Ingin Selamat? Jauhi Sikap Takabbur

Takabbur menempati urutan kedua dosa paling besar setelah syirik. Sikap takabbur adalah sikap yang selamanya memandang rendah kepada saudaranya sendiri, dengan memandang wujud dirinya saja satu-satunya entitas yang paling baik dan yang paling berharga. Individu dan entitas lain sudah dianggap tak bermutu.

Baiklah! Mari kita coba lihat sejenak siapa sesungguhnya pemilik tunggal sifat mutakabbir ini.

Hanya Tuhan sendiri pemilik tunggal sifat mutakabbir atau takabbur, selain DIA, tak ada seorang pun yang diizinkan–Nya untuk meniru sikap ini. Jika ada diantara manusia menjadi takabbur maka dia dapat disebut sebagai orang yang mengikuti langkah-langkah  iblis dan setan karena tanpa sadar dia telah menyerap pengaruh buruk dari karakter mereka.

Al – Qur’an pada beberapa tempat telah memberi kabar kepada kita bahwa iblis dan setan sebagai musuh yang nyata bagi manusia. Mereka itu dengan sombong dan takabbur telah menolak untuk taat kepada utusan Tuhan.

Berikut ini pada bagian rukuk terakhir surah Shad ada dialog Tuhan  dengan mereka yang disebut iblis yang patut untuk kita cermati dan renungkan, siapa sesungguhnya mereka yang dimaksud dengan iblis yang takabbur dari dialog di bawah ini.

Saya mengutip adegan dialog Tuhan dengan iblis pada suatu waktu dan suatu tempat yang tak jauh dari kesadaran kita.

“Wahai iblis, apa yang telah menghalangi engkau untuk taat kepada apa yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan Ku? Mengapa engkau menjadi sombong atau engkau merasa lebih baik sebagai orang yang paling tinggi mengikuti perintah Ku?”

 “aku lebih baik daripadanya. Engkau telah menciptakanku dari api dan dia telah Engkau ciptakan dari tanah liat.”Jawab iblis yang mulai terlihat kesombongannya.

“Keluarlah engkau dari sini, karena engkau sesungguhnya terkutuk. Laknat Ku menimpa engkau sampai hari pembalasan.”

“Tuhan ku!  jika demikian, berilah aku tangguh, sampai hari mereka dibangkitkan.”

Tuhan telah memberikan masa penangguhan itu yang masih terus berlangsung bagi si iblis hingga sekarang. Sebab si iblis telah berjanji pada dirinya untuk menyesatkan semua manusia dari petunjuk Tuhan. Sebagai manusia hendaknya kita menyadari akan rencana jahat iblis yang terus-menerus mengiringi langkah hidup manusia.

 “Pastilah engkau termasuk orang-orang yang diberi tangguh, Sampai pada hari waktu yang ditentukan.”

Maka demi kemuliaan Engkau, pasti aku akan sesatkan semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang terpilih diantara mereka.”

“Aku menyampaikan hakikat kebenaran, bahwa Aku akan memenuhi jahannam dengan engkau, dan bersama semua orang yang mengikuti engkau.”

Dari dialog di atas tergambar dengan jelas kepada kita, betapa iblis menunjukkan sikap sombong dan takabbur kepada ciptaan Tuhan yang lain, yaitu seorang utusan Tuhan. Iblis merasa dirinya lebih baik daripada manusia pilihan Tuhan, namun mereka sangat menyadari bahwa para utusan Tuhan itu sebagai manusia pilihan yang tak akan mungkin mampu mereka pengaruhi. Meskipun sebagian besar golongan jin dan manusia telah menjadi korban bujuk rayu iblis. Waspadalah!

Pada zaman ini kita telah banyak menyaksikan atas perilaku sebagian manusia yang telah mengambil peran iblis dan setan, sebab mereka telah menjadi orang yang takabbur dengan memposisikan diri mereka sebagai penentang utama utusan Tuhan. Sebagai contoh, pada zaman nabi Musa as dan nabi Harun as kita telah mengetahui bagaimana pemerintahan Firaun, hartawan Qarun dan kaumnya di Mesir kuno sebagai kelompok utama yang telah menghalangi manusia untuk meraih jalan keridhaan Tuhan.

Sikap takabbur itu muncul bukan hanya dari adegan mengingkari utusan Tuhan, namun ia juga dapat muncul dari mana saja yang memungkinkan dari kondisi yang dimiliki manusia.

Misalnya adegan ketakabburan itu dapat muncul dari kondisi seseorang yang kehidupannya lebih baik, karena punya wawasan ilmu pengetahuan yang luas, takabbur dari kekayaan harta, dari kekuasaan yang dimilikinya, dari kecantikan wajah nan rupawan, status sosial yang tinggi, dari keturunan bangsawan, bahkan juga dari amalan ibadah yang ia kerjakan yang mendapat pujian dari orang-orang yang ada di sekitarnya dan lain sebagainya. Semua itu memungkinkan ia untuk menjadi orang yang takabbur.

Semua status dan kondisi seseorang yang telah diutarakan di atas akan terbuka lebar sebagai pintu masuk bagi munculnya sikap takabbur ke dalam setiap diri pribadi manusia. Untuk itu tetaplah terus terjaga dan waspada agar kita selamat dari semua pengaruh buruk takabbur.

Sikap Hidup Rendah Hati

Obat yang paling ampuh untuk menolak sikap takabbur adalah hendaknya setiap orang menjalani hidup takwa dan  mengambil sikap hidup rendah hati dan penuh kejujuran. Mengharapkan rahmat dan ridha Tuhan dalam setiap langkah kehidupan untuk selama-lamanya, sebab berputus asa terhadap rahmat Tuhan adalah terlarang.

Tiga cara di dalam mengimplimentasikan rahmat Tuhan.

  1. Terus berusaha dan membuat rencana baik supaya Dia ridha
  2. Dawam mendirikan shalat dan berdoa
  3. Menjaga silaturahmi dengan seseorang yang muttaqi.

Semua amal perbuatan yang kita kerjakan tak ada artinya tanpa rahmat dari Tuhan. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as bersabda bahwa, “Ingatlah bahwa kalian bukan diselamatkan oleh apa yang kalian lakukan. Adalah rahmat Ilahi yang menyelamatkan kalian dan bukan hasil perbuatan kalian sendiri. Ya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, karuniakan kepada kami rahmat-Mu. Kami ini adalah hamba-Mu semata dan kami bersujud di hadirat-Mu. Amin.” (Khutbah Lahore, Lahore, Rifahi Aam Steam Press, 1904: sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 20, hal. 174,  London, 1984).

Hits: 259

Life for Character Building

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories