Menarik Pertolongan Allah Ta’ala

Kehidupan sehari-hari mengajarkan banyak hal pada manusia. Itulah sebabnya manusia dapat mengambil pelajaran dari yang tersurat dan tersirat yaitu dari Al-Qur’an serta hadis juga dari alam semesta.

Al-Qur’an dengan gamblang menggambarkan bagaimana kesudahan kaum-kaum yang telah berlalu. Al-Qur’an juga menyuruh manusia untuk berpesiar dan melihat bagaimana kesudahan kaum yang tak mau mengakui keberadaan Allah Ta’ala.

Al-Qur’an begitu rapi menjelaskan perjalanan waktu serta menjelaskan jarak kaum-kaum tersebut agar kita memahami. Karena Allah menginginkan segala kebaikan bagi makhluk-Nya.

Kehancuran kaum ‘Ad, Madyan, Nabi Luth a.s. sebagai contoh memberikan gambaran bahwa bagaimana Allah menyatakan keberadaan diri-Nya. Manusia mau sepintar apapun, sekuat apapun, atau memiliki segala bentuk kesombongan lainnya, pada akhirnya tidak akan berdaya tanpa pertolongan Allah Ta’ala dalam hidupnya.

Allah Ta’ala berfirman dalam surah Ali-Imran ayat 161, “Jika Allah menolong kamu maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Dia meninggalkan kamu maka siapakah yang akan menolongmu selain Dia? Dan kepada Allah-lah orang-orang mukmin bertawakal.”

Ayat di atas sangat jelas mengingatkan kita tentang keberadaan Allah. Apapun yang terjadi selama keyakinan kita pada Allah Ta’ala tetap menyala dan senantiasa berada di jalan-Nya yang lurus, maka pertolongan itu selalu hadir.

Banyak kisah yang diceritakan hadis. Salah satu di antaranya tentang kisah hijrahnya Hazrat Rasulullah SAW ke  Madinah. Mulai dari keluarnya beliau dari rumah, selama perjalanan sampai akhirnya tiba di Madinah, semuanya mendapatkan pertolongan khas dari Allah Ta’ala. Semuanya tertulis dalam sejarah Islam yang pasti kita baca dan pelajari baik waktu di bangku sekolah maupun ceramah-ceramah majelis taklim.

Banyak pula kisah para awalin atau pada diri masing-masing yang membuktikan kehadiran pertolongan Allah Ta’ala. Semua bukan cerita, tapi cerita itu hadir karena kita mengalaminya.

Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda, “Barangsiapa berada dalam penderitaan, seakan-akan berada dalam api demi kemuliaan-Nya, akan diselamatkan dari gejolak api penderitaan. Barangsiapa menangis karena-Nya, akan dibuat-Nya gembira. Barangsiapa menjauhkan diri dari urusan-urusan dunia demi Dia akan menemukan Dia. Dengan kesungguhan hati dan dengan penuh ketulusan serta dengan langkah-langkah yang bersemangat, jadilah kamu sahabat Tuhan agar Tuhan pun akan menjadi sahabatnya.”

Sabda Hazrat Masih Mau’ud a.s. di atas tentunya merupakan hal yang membuktikan keberadaan Allah dengan segala macam pertolongan-Nya karena beliau telah menjalaninya. Semuanya bukanlah isapan jempol belaka.

Mungkin ada juga yang mengatakan bahwa semua kisah yang ada dalam Al-Qur’an hanya sebatas kisah. Ingatlah, sejarah tidak mungkin menjadi cerita bila tidak sungguh-sungguh terjadi. 

Alangkah bijaknya bila kita menelaah dan mengambil hikmah dari setiap kisah. Siapa tahu dari sekian banyak kisah satu atau mungkin lebih, kisah tersebut akan menghampiri kita.

Jadilah pelakon yang mengisahkan keberadaan pertolongan Allah selalu hadir, bukan menjadi pelakon yang mengisahkan keburukan. Allah menghadirkan kita untuk mempertegas keberadaan-Nya bahwa selamanya Dia akan hadir di tengah-tengah kita.

Sadarilah bahwa Allah senantiasa mengamati setiap gerak langkah kita. Tak ada yang luput dari pengamatan-Nya. Jadi, torehkanlah sejarah dengan segala kebaikan agar menjadi teladan bagi generasi mendatang. Jadilah generasi yang mewariskan surga bagi anak cucu keturunan kita.

Hits: 324

Erah Sahiba

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories