Lidah Yang Kecil, Tetapi Jejaknya Besar
Sering kali kita menganggap perkataan sebagai sesuatu yang sederhana. Padahal, satu kalimat yang kita lontarkan bisa sangat berdampak untuk orang lain. Perkataan yang baik dapat membuat seseorang senang dan bahagia, sebaliknya perkataan yang buruk dapat melukai hati dan akan terus diingat dalam waktu yang lama.
Terlebih di zaman media sosial saat ini, apa yang kita tulis dan ucapkan dapat menyebar begitu cepat. Karena itu, menjaga lisan bukan hanya tentang menghindari kata-kata kasar, tetapi juga belajar menahan diri saat marah, tidak menyebarkan kabar yang belum jelas, dan tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan pembicaraan.
Abu Hamid Al-Ghazali berkata:
“Lidah sangat kecil dan ringan, tetapi dapat membawa Anda ke ketinggian terbesar dan dapat menempatkan Anda di kedalaman terendah.”
Nasihat ini mengingatkan kita bahwa sesuatu yang kecil dapat membawa akibat yang besar. Dari sebuah ucapan, kita bisa menguatkan orang yang sedang lemah, menghibur seseorang yang sedang bersedih, bahkan mengajak orang lain menuju kebaikan.
Namun dari perkataan yang sama, bisa pula lahir fitnah, ghibah, kebohongan, dan pertengkaran.
Allah berfirman dalam QS. Qaf ayat 18:
“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”
Maka ada baiknya sebelum berbicara atau menulis sesuatu, mari bertanya kepada diri sendiri: Apakah ini benar? Apakah ini perlu? Apakah ini membawa manfaat?
Sebab setiap kata akan meninggalkan jejak.
Semoga Allah menjaga lisan kita, menjadikan setiap perkataan kita sebagai sumber kebaikan, dan menjauhkan kita dari ucapan yang dapat menyakiti sesama.
Lidah memang kecil, tetapi kata-kata yang keluar darinya dapat membawa kita menuju kemuliaan atau justru menjauhkan kita dari kebaikan.
Views: 44
