Mencela Orang Lain Sama Halnya Mencela Diri Sendiri, Mengapa?

Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu mencela satu sama lain, dan jangan memanggil satu sama lain dengan nama-nama buruk. Dipanggil dengan nama buruk setelah beriman adalah hal yang seburuk-buruknya; dan barangsiapa yang tidak bertaubat mereka itulah orang-orang yang aniaya.” (QS. Al-Hujurat:12)

Perbuatan mencela, menghina, menghujat, mengolok-olok sesama manusia terlebih saudara sesama muslim adalah perbuatan yang tercela, sangat tidak disukai Allah SWT dan Rasul-Nya.

Mencela seseorang akan menyebabkan sakit hati pada orang yang dimaksud dan pastinya akan menyebabkan permusuhan yang berdampak panjang terlebih pada orang yang sensitif perasaannya.

Namun fenomena saat ini begitu sangat memprihatinkan. Kita menyaksikan perbuatan saling menghina, mengolok-olok, membuka aib sesama manusia terlebih sesama muslim semakin terbuka di setiap lini media sosial.

Saling menghujat dengan celaan-celaan yang tidak semestinya, memanggil dengan nama yang tidak pantas dilakukan di depan khalayak ramai maupun lewat cuitan-cuitan di sosial media pastinya akan menyebabkan dampak yang sangat buruk terhadap pendidikan akhlak.

Padahal kita sebagai pengikut Rasulullah SAW yang dinobatkan sebagai khairul ummah (umat terbaik) haruslah menjadi yang terdepan memberikan contoh yang terbaik bagi semua umat manusia. Karena Nabi panutan kita adalah seorang yang menanamkan teladan sempurna dari segala aspek kehidupan. Tidak ada satupun dalam kehidupan beliau SAW pernah mencontohkan perbuatan tercela walaupun sebesar biji sawi sekalipun.

Beliau SAW pernah berwasiyat kepada salah seorang sahabat bernama Jabir bin Sulaim, “Janganlah menghina orang lain”. Dan setelah mendengar wasiyat tersebut Jabir bin Sulaim pun tidak pernah menghina orang lain bahkan kepada hewan sekalipun.

Dan ditempat lain dijelaskan bahwa menghina atau mencela orang lain sama halnya menghina diri sendiri karena pada hakikatnya kita adalah sama-sama hamba Allah SWT yang dikatakan dalam satu hadist Nabi SAW:

“Sesungguhnya orang mukmin yang satu dan mukmin yang lainnya bagaikan satu bangunan, yang saling menguatkan satu sama lain.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Sebagai seorang yang beriman akan sangat baik bila kita memikirkan terlebih dahulu apa pun yang kita ucapkan kepada orang lain. Apakah ucapan kita itu akan berdampak nantinya atau kita terlebih dahulu merenungkan apabila ucapan itu dilontarkan kepada kita bagaimana perasaan kita?

Karena kita tidak pernah tahu celaan atau hinaan yang kita ucapkan tidak menutup kemungkinan celaan itu sebenarnya justru celaan yang mengarah kepada diri sendiri.

Sebagaimana nasehat Hadrat Umar bin Khatab ra, “Bila engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu, karena celamu lebih banyak darinya”

Mari kita semua hentikan saling menghina, mencela, mengolok-olok atau memberi julukan yang buruk kepada sesama hamba Allah baik di dunia nyata maupun di media sosial.

Karena semua yang kita ucapkan kelak akan kita pertanggung jawabkan kepada Sang Khaliq yang Maha Melihat, Maha Mendengar.

Views: 1230

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *