MENEMUKAN KELEZATAN DAN KETENANGAN JIWA DI BULAN SERIBU BULAN

“Barangsiapa berpuasa di bulan suci Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala (ikhlas), maka dosanya yang telah lalu akan di ampuni.” [1]

Makna dari hadits di atas adalah ‘jaminan ampunan Allah SWT. atas dosa-dosa kecil’.

Hadits tersebut juga menegaskan bahwa puasa bukan sekedar menahan haus dan lapar, melainkan suatu ibadah yang mendidik jiwa dan membersihkan dosa.

Bulan suci Ramadan adalah merupakan bulan penuh berkah bagi kaum Muslimin dan Muslimah serta bulan penuh ampunan, karena Allah SWT. telah menjanjikan pahala begitu besar kepada umat-Nya yang selalu ikhlas dan taat dalam menjalankan ibadah di bulan tersebut. Bulan Ramadan, di dalamnya terkandung banyak hikmah dan kelezatan yang akan diperoleh oleh orang yang melaksanakannya.

Kelezatan beribadah di bulan puasa dirasakan melalui ketenangan hati, peningkatan ketakwaan serta pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Kebahagiaan atau kelezatan ruhaniah menghiasi jiwa hingga lebih tenang, lebih mengingat Allah SWT. Seperti yang telah di sabdakan oleh Hadhrat Masih Mau’ud as.:

“Kelezatan itu ada, bukan tidak ada, namun hendaknya ada juga orang yang merasakan kelezatan tersebut.” [2]

Kelezatan beribadah di bulan puasa meliputi berbagai amalan yang dapat dilakukan oleh seorang Muslim diantaranya kelezatan ibadah puasa itu sendiri karena kelezatan puasa bukanlah kenikmatan fisik yang dirasakan oleh lidah melainkan sebuah kemanisan rohani yang dirasakan oleh hati dan jiwa.

Ketika seseorang berhasil menahan diri dari lapar, dahaga dan hawa nafsu demi menaati perintah Allah SWT.

Ibadah puasa di bulan suci Ramadan adalah nikmat bagi umat Islam yang disediakan oleh Allah SWT., karena Allah SWT. telah menjanjikan kenikmatan dan kelezatan yang luar biasa bagi yang menjalankannya dengan iman dan ikhlas.

 

Selain ibadah puasa, ada pula beberapa kelezatan ibadah yang dapat di rasakan pada bulan suci Ramadan diantaranya:

1. Kelezatan spiritual

Hubungan intens dengan Allah SWT., diantaranya penyucian jiwa, doa yang di ijabah, malam Lailatul qadar.

2. Kelezatan Amaliah (pahala tanpa batas) diantaranya:

Pahala dilipatgandakan, pahala langsung dari Allah SWT.

3. Kelezatan suasana dan tradisi diantaranya:

Makan dan minum yang berbeda, salat tarawih, salat tahajud dan solidaritas sosial.

4. Kelezatan pengendalian diri perisai dari dosa dan disiplin yang tinggi. [3]

 

Melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadan juga dapat menghadirkan nuansa kebahagiaan yang unik, mendalam dan spiritual yang tidak ditemukan pada bulan-bulan lainnya. Kebahagian dan kelezatan ini tidak hanya bersifat fisik akan tetapi lebih pada ketenangan jiwa dan kepuasan bathin. Sejatinya kebahagiaan di bulan Ramadan adalah perpaduan antara rasa syukur, ketenangan spiritual dan kedekatan yang lebih dalam dengan Sang Pencipta sebagai upaya seorang Muslim dalam meraih derajat takwa.

Secara keseluruhan kelezatan ibadah di bulan suci Ramadan tercermin dalam dua kebahagiaan saat berbuka (menikmati nikmat Allah SWT. setelah menahan diri) dan saat berjumpa dengan Allah SWT. melalui amal saleh.

Semoga dengan adanya kelezatan beribadah di bulan suci Ramadan hal ini menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita sebagai hamba kepada Sang Pencipta untuk meraih kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat kelak. Aamiin.

 

Referensi :

[1] HR.Bukhari dan Muslim

[2] Hadhrat Masih Mau’ud as.

[3] https//www cakaplah.com

 

Views: 33

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *