MENJAGA BENIH KEBAIKAN: MERAWAT AMAL DAN IBADAH SETELAH RAMADAN USAI
Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata mengenai petunjuk dan Furqan. (Al-Baqarah: 185)
Beribadah di bulan ini membakar habis bekas-bekas dosa manusia (HR. ‘Asakir dan Mardawaih).
Karenanya, umat muslim berlomba-lomba meningkatkan ibadah dan amal mereka di bulan Ramadan: salat sunah ditambah, mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an, serta pengorbanan dan sedekah pun ditingkatkan.
Sayangnya, masih banyak orang yang meningkatkan semangat ibadah hanya di bulan Ramadan saja. Setelah bulan suci ini berlalu, perlahan-lahan semangatnya pun kendur.
Ibadah dan semua perbuatan baik adalah ibarat benih yang kita tanam. Benih itu harus kita rawat, jaga, dan pantau agar tumbuh menjadi pohon kebaikan yang rindang. Pohon itu kelak akan memberikan naungan bagi kita dan orang lain. Kita pun harus terus berupaya agar pohon ini memiliki tunas baru dan semuanya dapat tumbuh dengan subur.
Bila di bulan Ramadan kita berjuang keras meningkatkan ibadah dan mengurangi kegiatan duniawi, maka hal tersebut juga harus terus dilanjutkan di bulan-bulan setelahnya. Berkah Ramadan harus terus melekat pada diri kita.
Hadhrat Khalifah Masih V aba bersabda:
“Jika kita tidak menjalani bulan-bulan yang tersisa dari satu Ramadan ke Ramadan lainnya dengan mengamalkan kebaikan-kebaikan dan menunaikan kewajiban-kewajiban kita serta memenuhi hak-hak kita yang terdiri dari hak-hak ibadah dan juga hak-hak orang lain, artinya kita tidak mengambil faedah dari Ramadan dengan sepenuhnya.”
Ada dua cara paling mendasar yang bisa kita lakukan agar selalu teguh menjalankan ibadah, baik di bulan Ramadan maupun di bulan-bulan lainnya:
1. Kuatkan Niat
Saat mulai muncul rasa malas dan ingin menunda ibadah, tanyalah pada diri sendiri: Mengapa saya harus selalu beribadah? Bila niatnya karena Allah Ta’ala, kita pasti mendapatkan energi untuk terus bersemangat.
2. Bergaul dengan Komunitas yang Baik
Berada di lingkungan orang-orang yang memiliki niat dan tujuan yang sama mengutamakan akhirat daripada duniawi akan sangat membantu. Saling mendukung, belajar, dan mengingatkan dalam kebaikan akan membuat kita lebih bersemangat dalam beribadah.
Seperti yang ditunjukkan oleh Lajnah Imaillah Indonesia, yang selalu melaksanakan kegiatan keagamaan dan sosial bersama-sama. Lajnah Imaillah juga memiliki program Selusin Amalan yang mendorong seluruh anggotanya untuk senantiasa melaksanakan kewajiban wajib dan sunah sebagai seorang muslim. Salat, membaca Al-Qur’an, puasa, dan lain-lain bukan hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga ditingkatkan pelaksanaannya.
Berada dalam lingkungan yang mencintai Allah Ta’ala akan membuat kita terhindar dari rasa malas yang dapat mengurangi kualitas ibadah.
Mari jadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan memperbanyak amal saleh. Jangan biarkan bulan-bulan yang tersisa berlalu begitu saja, jadikanlah ia sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan kualitas hidup kita.
Views: 42
