PENGARUH MAKANAN TERHADAP AKHLAK MANUSIA
Tahukah Anda bahwa makanan tidak hanya berpengaruh pada tubuh, tetapi juga roh?
Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi umat manusia. Tanpa makanan, manusia akan mengalami berbagai macam gangguan pada tubuhnya, seperti kekurangan energi sulit berkonsentrasi, gangguan pada pencernaan seperti asam lambung naik ataupun penurunan gula darah. Hal tersebut bisa menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh hingga yang paling fatal, yaitu kematian.
Makan dan minum memang suatu keadaan alami (thabi’i) yang dilakukan oleh manusia, bahkan makhluk hidup lainnya seperti hewan pun sama. Kalau begitu, apakah perbedaan antara manusia dan hewan? Jika hewan makan dan minum hanya untuk sekadar bertahan hidup, maka manusia sebagai makhluk yang memiliki akal dan pikiran harus menjadikan makan dan minum sebagai suatu kebutuhan yang dapat memberikan pengaruh baik, tidak hanya bagi tubuh jasmani saja, namun juga memberikan pengaruh baik bagi roh di dalam tubuh atau akhlak kita.
Hadhrat Aqdas Masih Mau’ud a.s. menyatakan bahwa makanan apa pun yang dikonsumsi oleh manusia dapat memengaruhi kondisi rohani atau akhlak manusia. Menurut beliau, jika keadaan alami (thabi’i) seorang manusia, seperti makan dan minum, tidur dan bangun tidur, atau aktivitas fisik lainnya dilakukan sesuai dengan bimbingan syariat, maka hal tersebut akan memiliki nilai-nilai akhlak.[1]
Beliau pun memberikan sebuah perumpamaan: jika suatu benda jatuh ke dalam tambang garam, maka benda itu akan mengalami dampak yang sangat luar biasa; entah benda itu akan menjadi awet atau malah mengalami kerusakan. Begitu pula jika suatu makanan masuk ke dalam tubuh manusia, maka makanan itu akan memberikan pengaruh yang luar biasa; entah tubuh jasmani dan rohaninya akan menjadi sehat atau malah menjadi sumber penyakit.
Menurut beliau a.s. makan makanan yang beraneka ragam dapat memengaruhi kemampuan otak dan hati seseorang. Sebagai contoh, seseorang yang jarang bahkan tidak suka makan daging sama sekali perlahan-lahan akan cenderung menjadi orang yang lemah dan akan kehilangan rasa keberanian di dalam dirinya. Sebaliknya, seseorang yang selalu makan daging dan kurang suka makan sayur-mayur akan cenderung memiliki sifat sopan santun yang rendah.
Bagaikan hewan berkaki empat pemakan tumbuh-tumbuhan yang tidak mempunyai keberanian yang sama dengan hewan berkaki empat pemakan daging. Sehingga perlu diperhatikan bahwa makanan yang kita makan jelas berpengaruh terhadap akhlak kita.
Maka dari itu, agar keadaan jasmani dan rohani kita seimbang, Allah Swt. telah berfirman:
“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaian yang bagus setiap memasuki masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”[2]
Menurut Hadhrat Aqdas Masih Mau’ud a.s., ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah Swt tidak menyukai orang-orang yang suka berlebih-lebihan atau melampaui batas, tidak terkecuali dalam hal makan dan minum. Sehingga kita harus mengambil jalan tengah, yaitu makanlah daging dan juga makanan lainnya, tetapi jangan berlebihan dalam mengonsumsi suatu makanan supaya tidak berdampak buruk pada keadaan akhlak seseorang.
Hanya memakan salah satu jenis makanan ataupun makan secara berlebihan tentu saja dapat merugikan kesehatan jasmani, dan hal tersebut juga akan berdampak buruk pada kesehatan rohani kita. Struktur tubuh kita sangat erat kaitannya dengan perangai kita sebagai manusia.
Untuk itu, Allah Swt. melalui kitab suci Al-Qur’an telah menekankan bahwa kita harus senantiasa memperhatikan kebersihan tubuh jasmani kita, tidak terkecuali dalam hal tata cara makan dan minum, agar segala ibadah, kekhusyukan, kesucian, dan kerendahan hati dapat kita raih.
Referensi:
[1] Mirza Ghulam Ahmad, Filsafat Ajaran Islam, hal.8-10.
[2] QS. Al- Araf, 7:31.
Views: 14
