
Penuh Berkat Menjadi Manusia yang Bermanfaat
Manusia adalah makhluk sosial, dengan artian manusia tidak bisa hidup tanpa berinteraksi dengan manusia lainnya. Keberadaan seorang manusia sebenarnya ditentukan oleh kebermanfaatan dan kebaikannya terhadap orang lain.
Di dalam hidup ini, kita tak perlu berupaya untuk menjadi seseorang yang disegani, apalagi ditakuti. Tetapi jadilah seseorang yang baik berguna bagi siapa pun di sekeliling diri kita. Kita wujudkan jiwa kepemimpinan dalam diri kita, agar diri kita bisa menjadi seseorang yang menginspirasi dalam kebaikan dan kebermanfaatan untuk orang lain.
Terdapat suatu kisah tentang Abu Hurairah r.a. Suatu hari, sepeninggal Rasulullah SAW, Abu Hurairah r.a. beri’tikaf di masjid Nabawi. Ia tertarik ketika mengetahui ada seseorang di masjid yang sama, duduk bersedih di pojok masjid. Abu Hurairah pun menghampirinya, menanyakan ada apa gerangan hingga ia tampak bersedih.
Setelah mengetahui masalah yang menimpa orang itu, Abu Hurairah pun segera menawarkan bantuan. “Mari keluar bersamaku, wahai Saudara, aku akan memenuhi keperluanmu,” ajak Abu Hurairah. “Apakah kau akan meninggalkan i’tikaf demi menolongku?” tanya orang tersebut terkejut.
“Ya, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: ‘Sungguh berjalannya seseorang diantara kamu untuk memenuhi kebutuhan saudaranya, lebih baik baginya daripada i’tikaf di masjidku ini selama sebulan,” jawab beliau r.a.
Dalam Pidato Peresmian Rumah Sakit Nasir di Guatemala, 23 Oktober 2018, Hazrat Mirza Masroor Ahmad a.b.a menyampaikan, “Ajaran Islam tentang berbuat baik. Kami tidak mencari pujian ataupun penghargaan atas upaya-upaya di atas, karena kami hanya menjalankan apa yang diajarkan agama kami. Motivasi dan keinginan kami untuk melayani orang lain sepenuhnya didorong oleh ajaran Islam. Panutan hakiki umat Islam adalah Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad (saw).”
“Berulang kali, Al Qur’an memerintahkan umat Islam untuk melayani umat manusia dan memenuhi kebutuhan orang-orang yang menderita atau kekurangan dengan berbagai cara. Al Qur’an mengajarkan manusia supaya tidak mementingkan diri sendiri tetapi senantiasa diliputi oleh kecintaan kepada orang lain. Al Qur’an memerintahkan umat muslim agar selalu siap berkorban untuk kepentingan perdamaian dan kesejahteraan orang lain.”
“Sebagai contoh, dalam Al-Quran Surah Ali Imran ayat 111 Allah berfirman bahwa seorang Muslim adalah dia yang ‘menyuruh berbuat kebaikan dan melarang berbuat keburukan.’ Di sini Al Qur’an menjelaskan bahwa Muslim sejati adalah mereka yang melakukan kebaikan, yang menjauhi kejahatan dan ketidak-adilan, dan juga mendorong orang lain untuk berbuat baik.”
“Hanya mereka yang memiliki rasa kasih sayang yang tulus kepada umat manusia dan merasakan penderitaan makhluk Allah yang mempunyai sifat peduli dan simpati seperti yang dijelaskan dalam Al Qur’an. Kecintaan yang mendalam terhadap kemanusiaan akan muncul apabila hati kita suci dan bersih dari kebencian dan keegoisan.”
Kemudian, dalam kesempatan lain, beliau a.b.a bersabda, “Ingatlah selalu bahwa kalian harus menggunakan kemampuan dan pengetahuan yang kalian miliki untuk memenuhi kepentingan kemanusiaan.”
Banyak cara bisa dilakukan agar menjadi orang yang baik dan bermanfaat bagi sekitar. Bisa dengan menolong dalam bentuk tenaga, memberikan bantuan dalam bentuk materi, memberi pinjaman, memberikan tausiyah keagamaan, meringankan beban penderitaan, memberi makan yang kesusahan, hingga menyisihkan waktu untuk menjenguk tetangga yang sakit. Bahkan, membuat orang lain menjadi gembira juga termasuk amalan baik yang dicintai oleh Allah SWT.
Mari kita selalu menebar kebaikan dan manfaat bagi orang lain. Manfaat dan berkahnya di dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.
Views: 120