Sabar Dalam Menghadapi Ujian Kehidupan
Manusia hidup di dunia tak terlepas dari ujian kehidupan. Sumbernya bisa berasal dari mana saja dan bisa berdampak positif atau negatif bagi kehidupan seseorang. Bagaimana sikap seorang muslim dalam menghadapi ujian yang diberikan oleh Allah SWT.?
Tatkala seseorang ditimpa ujian, sikap yang ditunjukkan dalam menghadapi ujian tidaklah sama. Ada yang bersabar dan bersyukur dengan segala ujian yang diterima, ada yang berlarut-larut meratapi ujian karena ketidaksabaran dalam menghadapi takdir Allah SWT. Sejatinya seorang mukmin, jika ia mendapatkan kesenangan ia akan bersyukur dan jika ia ditimpa ujian ia akan bersabar.
Allah SWT. berfirman, “Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya.” (Q.S. Al-Baqarah: 287). Tafsir dari ayat di atas adalah: perintah-perintah Ilahi senantiasa diberikan dengan memberi perhatian sepenuhnya kepada kemampuan manusia dan batas-batas kodratnya. (Al Quran Terjemahan dan Tafsir Singkat – Neratja Press).
Janji Allah SWT. dalam ayat tersebut bahwa Allah tidak akan memberikan ujian kepada hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Setiap ujian yang diberikan merupakan tahapan kehidupan untuk membuat seseorang untuk lebih bersyukur. Jangan bersikap pesimis dalam menghadapi ujian yang Allah berikan, berserah dirilah kepada Allah dan berusaha mencari jalan keluar yang baik atas ujian yang diberikan.
Dalam sejarah dikisahkan bahwa Nabi Ayyub as. adalah nabi yang tingkat kesabarannya dipuji oleh Allah SWT. Nabi Ayyub as. diberikan banyak nikmat oleh Allah SWT. berupa harta kekayaan, anak yang banyak dan istri yang cantik juga sholehah. Namun nikmat yang Allah berikan tak lantas membuat Nabi Ayyub as. sombong, beliau selalu bersikap dermawan.
Saat Allah SWT. memberikan ujian kepada Nabi Ayyub as. dengan mengambil satu persatu nikmat yang Allah berikan yaitu harta dan anak-anaknya, Nabi Ayyub as. tak pernah sedikitpun berkeluh kesah dan berputus asa, beliau justru bersyukur dan bersabar, tetap berikhtiar dengan cara tetap berobat dan beribadah. Dengan kesabarannya dalam menghadapi ujian dari Allah SWT. yang lamanya bahkan lebih dari 20 tahun, maka Allah mengabulkan semua doa-doa Nabi Ayyub as.
Dari kisah nabi Ayyub as diatas kita dapat mengambil hikmah bahwa kita harus selalu bersyukur di saat senang dan bersabar saat menghadapi ujian. Sebuah hadits diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud yang artinya: “Iman itu terbagi menjadi dua Bagian, sebagiannya (adalah) sabar dan sebagian lainnya (adalah) Syukur.”
Selama kita dapat berpikir dengan jernih dan menerima ujian yang diberikan Allah SWT. dengan penuh kesabaran serta tanpa adanya putus asa juga kecewa, percayalah bahwa ujian tersebut adalah teguran untuk kita agar kita semakin dekat dengan-Nya. Seorang mukmin sejati akan selalu bersyukur kepada Allah SWT. ketika senang dan bersabar ketika susah. Maka dalam dua keadaan itu, ia akan senantiasa ridha kepada Allah SWT. dalam segala ketentuan takdir-Nya sehingga ujian yang menimpanya berubah menjadi nikmat dan anugerah bagi dirinya.
Views: 3230

Assalamu’alaikum
Qur’an Surah al-Baqarah cuma sampe 286 gada sampe 287
Wa’alaikumsalam wrwb. Dengan menghitung ayat Bismillah sebagai ayat pertama, maka Surah Al-Baqarah memiliki 287 ayat. Jazakumullaah 🙏