Begini Model Pemimpin Sesuai Petunjuk Nabi SAW

Yahya bin Aktsam berkata, “Pada suatu malam aku menginap di rumah Amirul Mukminin al-Makmun. Aku terbangun di tengah malam karena rasa haus yang sangat, maka aku pun bangkit (mencari air). Tiba-tiba Amirul Mukminin berkata, “Wahai Yahya, apa gerangan yang terjadi?”

Aku menjawab, “Demi Allah, aku sangat haus wahai Amirul Mukminin.”

Lalu, Al-Makmun bangun seraya membawa seteko air untukku. Aku berkata,“Wahai Amirul Mukminin, mengapa tidak kau suruh pembantu atau budak saja?”

Beliau menjawab, “Tidak. Karena bapakku meriwayatkan hadits dari bapaknya dan dari kakeknya dari Uqbah bin ‘Amir ia berkata, “Rasulullah Saw bersabda, ‘Pemimpin suatu kaum adalah pengabdi (pelayan) bagi mereka.’”
(HR Ibnu Asakir, Abu Nu’aim).

Pemimpin merupakan seorang yang mendapatkan amanah dan kepercayaan yang berasal dari hati orang-orang yang menginginkannya menjadi pemimpin bagi mereka, kepercayaan itu timbul dari keyakinan yang mendalam.

Pemimpin sejati tidak akan memaksakan keinginannya menjadi pemimpin, iapun tidak pernah ingin dipilih, kalaupun akhirnya ia dipilih, maka ia akan sangat sadar bahwa ia memikul tanggungjawab yang sangat besar, dan berusaha untuk menunaikan tanggungjawabnya sebaik mungkin.

Kesuksesan seorang pemimpin bukan terletak pada kemampuannya duduk di singgasana kepemimpinan, melainkan terletak pada kemampuannya untuk dapat duduk di hati orang yang dipimpinnya.

Hal ini terwujud dalam kemampuan pemimpin dalam melayani. Pemimpin adalah melayani bukan dilayani.

Seorang pemimpin bukanlah seorang raja, menjadi pemimpin bukan berarti hidup santai, bermalas-malasan ataupun bergelimang kemewahan, karena menjadi pemimpin berarti menjadi pelayan. Pelayan untuk memenuhi segala yang dibutuhkan oleh orang-orang yang dipimpinnya, untuk kebaikan dunia dan akhirat mereka.

Melalui pelayanan inilah antara yang memimpin dan yang dipimpin akan timbul rasa saling menyayangi dan mencintai.

Setelah rasa itu tumbuh maka akan tercipta pemimpin yang akan selalu diingat dalam do’a-do’a orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang bila dekat ia menyenangkan, bila jauh ia dirindukan. Bila ia sudah berpulang, namanya pun akan terus harum terkenang dengan indah.

Hits: 172

Mega Maharani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories