Mengatasi OVT (Overthinking)

OVT atau overthinking saat ini mungkin sudah menjadi pembahasan yang umum dan banyak diperbincangkan. Apa sebenarnya yang menyebababkan overthinking? Apa ciri-cirinya serta bagaimana cara mengatasinya?

Overthinking adalah berlebihan dalam berpikir. Seseorang bisa memikirkan suatu masalah secara terus menerus lalu terjebak dalam kekhawatiran sehingga bisa mengganggu emosional seseorang yang berdampak pada terganggunya keseharian kita.

Seorang humoris Amerika yang bernama Erma Bombeck menyatakan, “Khawatir itu seperti duduk di kursi goyang. Ia memberimu sesuatu untuk dilakukan, tetapi tidak membawamu kemana-mana.” [1]

Ada banyak tanda seseorang yang mengalami overthinking, di antaranya adalah:
✅ Merasa bersalah atau malu terhadap apa yang telah terjadi secara berulang.
✅ Sering meragukan diri sendiri lalu bertanya dengan pola, “What if” (Bagaimana seandainya..).
✅ Sering tersesat dalam pikiran di masa lalu dan mencoba membayangkan masa depan.
✅ Memiliki kesulitan untuk tidur dan mengontrol pikiran untuk berhenti ketika merasakan emosi negatif, cenderung memikirkan secara berlebih terhadap masalah yang ada.
✅ Mengulang pikiran tentang perkataan orang lain terhadap dirinya atau perkataan dirinya terhadap orang lain.
✅ Mengkhawatirkan sesuatu yang tiada kontrol atas dirinya.
✅ Merasa lelah dan sangat kesulitan untuk membuat keputusan. [2]

Rasa cemas memang merupakan hal yang wajar. Namun, jika dibiarkan atau terjadi terus-menerus, rasa cemas berlebihan bisa menimbulkan dampak pada tubuh dalam bentuk gangguan sistem saraf pusat, gangguan pencernaan penyakit infeksi, penyakit kardiovaskular, hingga gangguan pernafasan. [3]

Untuk mengubah kebiasaan overthinking perlu kemauan dan tekad yang kuat. Bisa kita mulai dari menyadari apa yang sedang dipikirkan kemudian kita bisa mengarahkan pikiran ke arah yang lebih rasional.
Dalam Islam, overthinking dapat diatasi dengan berbagai cara, di antaranya :

✅ Doa dan berzikir
Doa dan zikir dapat menjadi sandaran ketika merasa khawatir terhadap sesuatu dalam Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d ayat 28 menyatakan, “Hanya dengan mengingat Allah akan membuat hati menjadi tentram.”

✅ Bersyukur dan bertawakal
Bersyukur atas apa yang telah dilakukan dan yang telah terjadi dan bertawakal kepada ketetapan Allah SWT.

✅ Berprasangka baik
Islam memerintahkan agar selalu berprasangka baik, husnuzan karena akan diikuti oleh perbuatan-perbuatan yang baik pula.

✅ Mengubah pikiran-pikiran negatif menjadi positif

✅ Yakin bahwa Allah SWT. sudah merencanakan yang terbaik untuk kita

✅ Menentukan prioritas apa yang perlu dipikirkan dan tidak

Semoga bermanfaat.

Referensi:
[1] Wikipedia.com
[2] Morin, 2020
[3] Hallosehat.com

Views: 32

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *