
Tanda Kiamat: Agama Digadaikan
Ada sebuah hadits dimana Rasulullah Saw memberikan sedikit gambaran tentang akhir zaman, yang bunyinya:
“Mendekati kiamat akan terjadi fitnah-fitnah seolah-olah kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Seorang yang pagi hari beriman maka pada sore harinya menjadi kafir, dan orang yang pada sore harinya beriman maka pada pagi harinya menjadi kafir, dia menjual agamanya dengan imbalan harta-benda dunia.” (HR. Abu Daud)
Yang dimaksud fitnah disini adalah cobaan. Bahwa nanti di akhir zaman cobaan akan seperti kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Artinya, ia akan menyelimuti dunia dengan kegelapannya, sehingga banyak orang kesulitan melangkah karena ketiadaan cahaya.
Umat manusia seolah kehilangan panutan untuk melangkah. Walhasil, lahirlah orang-orang yang paginya beriman, sorenya ia menjadi kafir. Atau sorenya ia seorang ahli ibadah, paginya ia mulai menikmati maksiat.
Mengapa demikian “ekstrim-fluktuatifnya” iman manusia-manusia di akhir zaman? Karena keber-agama-an telah bertranformasi menjadi “perniagaan dunia”. Agama menjadi komoditas jual-beli yang akan menjadi laris di akhir zaman.
Itulah mengapa dalam hadits di atas dikatakan, “…menjual agamanya dengan imbalan harta-benda dunia.”
Demikian banyak alim-ulama, silih berganti ustadz-ustadz maupun murabbi-murabbi. Tapi mengapa umat Islam masih terpecah belah, identik dengan kekerasan, digambarkan terbelakang dari segi ilmu pengetahuan?
Ya, karena ilmu agama telah menjadi diperjual-belikan untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan dunia. Hingga pijakan yang dibentuk dari proses keber-agama-an tadi rapuh dan mudah ambles.
Tarbiyah-tarbiyah agama, juga taklim-taklim agama lebih didominasi dengan konten-konten sendu gurau yang cenderung membuat jamaah tertawa dan terhibur. Bukan membuat mereka menangisi rekam jejak mereka yang penuh dosa, lalu kembali bertobat kepada Allah Ta’ala.
Inilah mengapa fitnah-fitnah di akhir zaman digambarkan seperti kepingan-kepingan yang gelap gulita. Karena banyak orang kesulitan melangkah saking gelapnya. Hingga mereka pun salah jalan atau terperosok pada jurang kesesatan.
Semoga kita terhindar dari fitnah-fitnah ini. Dan semoga kita bisa menjadi seorang Muslim yang memiliki keimanan yang hakiki atas Wujud Allah Ta’ala. Tanpa tergoda fatamorgana dunia yang indah saat dilihat, tapi kosong saat dinikmati. Aamin ya Rabbal ‘Alamiin.
Views: 264
Fatamorgana dunia indah saat dilihat kosong saat dinikmati. ~Quote of the day