Cara Mencintai dan Meraih Kecintaan Allah Ta‘ala

Setiap manusia diciptakan dengan kemampuan untuk mencintai. Sejak lahir, manusia belajar mencintai orang tua, keluarga, sahabat, hingga berbagai hal yang dianggap berharga dalam hidupnya. Cinta menjadi alasan seseorang bertahan, berjuang, bahkan rela berkorban. Namun, tidak semua cinta membawa manusia menuju kebaikan. Ada cinta yang membuat seseorang tumbuh, tetapi ada pula cinta yang justru membuatnya kehilangan arah. Karena itu, Islam mengajarkan bahwa cinta yang paling utama bukanlah cinta kepada dunia, melainkan cinta kepada Allah Ta‘ala. Dari sinilah lahir konsep mahabbah, yaitu rasa cinta yang mendalam.

 

Salah satu cara untuk meraih kecintaan Allah Ta‘ala adalah dengan mempelajari hakikat cinta, merenungkan cara-cara meraihnya, lalu mengamalkannya.

 

Bukti bahwa seseorang mencintai Allah Ta‘ala dan sekaligus indikasi bahwa seseorang meraih cinta Allah Ta‘ala adalah mencintai dan mengikuti Nabi Muhammad Saw. dalam akidah, ibadah, akhlak, dan seluruh syariat.

 

Sebagaimana firman Allah Ta‘ala:

 

“Katakanlah, ‘Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan akan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.’”

(QS. Ali ‘Imran: 31)

 

Ayat ini menegaskan bahwa ukuran cinta kepada Allah Ta‘ala adalah mengikuti ajaran Rasulullah Saw. Klaim cinta kepada Allah Ta‘ala tanpa mengikuti ajaran Rasulullah Saw. tidaklah benar. Sebaliknya, siapa yang sungguh-sungguh mengikuti beliau, maka Allah Ta‘ala akan mencintainya dan mengampuni dosa-dosanya.

 

Kecintaan kepada Allah Ta‘ala harus menjadi poros yang mengalahkan segala kecintaan lain, bahkan kepada anak dan keluarga. Sebagaimana ditegaskan oleh Hadhrat Masih Mau‘ud as:

 

“Jalinlah kecintaan sedemikian rupa dengan Allah Ta‘ala sehingga jika di satu sisi terdapat ribuan anak [kita] dan Allah berada di satu sisi, maka pilihlah Allah serta abaikanlah anak-anak itu.”

(Malfuzat, Add Nazir Isyaat, London, 1984, jld. 10, h. 86/MI 13.09.2000)

 

Maksud sabda di atas adalah: prioritaskan Allah Ta‘ala di atas segalanya, termasuk anak dan keluarga. Kemudian, buktikan cinta kepada Allah Ta‘ala dengan mengikuti Rasulullah Saw. dan menjalankan perintah-Nya. Jangan biarkan cinta kepada anak melalaikan kewajiban kepada Allah Ta‘ala.

 

Hadhrat Masih Mau‘ud ra. menuliskan tentang cara mendapatkan kecintaan Allah Ta’ala, yang dikutip dari pidato beliau berjudul Ta‘alluq Billah, yakni kita hendaknya senantiasa berzikir, mengingat Allah Ta’ala. Dengan melafalkan sifat-sifat Ilahi yang disebut zikir, maka lahirlah kecintaan kepada Allah Ta’ala. Menyebut sifat-sifat Allah Ta’ala akan memunculkan mahabbat ilahiyah, yaitu kecintaan kepada Allah Ta’ala. Namun, hal ini merupakan tingkat pertama karena masih berada pada tingkat permukaan. Kita mungkin menyebut nama Allah Ta’ala dan terus melafalkan sifat-sifat-Nya, tetapi sekadar menyebut nama-Nya tidak langsung meningkatkan keimanan dan keyakinan kita.

 

Ketika kita mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, atau mengucapkan Sattar atau Ghaffar, kita baru menghadirkan kenyamanan pikiran, belum kenyamanan hati. Karena itu, zikirnya baru pada tahap artifisial, baru pada tahap pikiran.

 

Cara kedua untuk menarik cinta Ilahi adalah dengan merenungkan sifat-sifat Allah Ta’ala, yang dalam istilah para sufi disebut fikr. Melafalkan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar adalah satu hal; namun merenungkan betapa Allah Maha Suci, betapa Allah Maha Besar, dan betapa Allah Ta’ala layak menerima segala pujian dan kekaguman adalah hal yang sama sekali berbeda.

 

Dengan demikian, mencintai Allah Ta‘ala bukan sekadar ungkapan lisan, melainkan perjalanan hati yang dibuktikan melalui ketaatan kepada Rasulullah Saw., pengutamaan Allah Ta’ala di atas segala kecintaan dunia, serta zikir dan fikr yang menghidupkan kesadaran akan kebesaran-Nya. Semoga Allah Ta‘ala menganugerahkan kepada kita mahabbah yang tulus, sehingga seluruh cinta kita bermuara kepada-Nya dan setiap langkah kita berada dalam rida-Nya. Amin.

 

 

Views: 23

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *