GEMETARNYA HATI ORANG YANG BERIMAN

Keserakahan merupakan penyebab kegelisahan di dunia. [1]

 

Kegelisahan hati manusia disebabkan hilangnya rasa kedamaian. Kedamaian ada tatkala hati tenang dan ketenangan timbul saat semua kebutuhan terpenuhi baik jasmani maupun rohani. Akan tetapi apabila kebutuhan rohani terpenuhi meskipun kebutuhan jasmani tak terpenuhi maka hati akan tenang. Karena ketenangan yang sebenarnya terbit dari hadirnya Allah Ta’ala dalam hidup.

 

Banyak cara manusia lakukan untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya bahkan cara yang buruk sekalipun. Tetapi lupa untuk memenuhi kebutuhan rohaninya sampai tak tahu caranya pula. Kebaikan dilakukan hanya untuk mendapatkan simpati manusia bukan pandangan Allah Ta’ala. Tak heran bila meskipun berulang kali nama Tuhan disebut tak membuat hatinya tergetar. Padahal Allah Ta’ala dalam Kalam-Nya menyebutkan:

 

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal.” [2]

 

Kejahatan yang sering kita lihat baik melalui media sosial maupun yang disaksikan langsung bermula dari hilangnnya Tuhan dalam hati. Ketika keyakinan akan keberadaan Allah Ta’ala hilang maka kejahatan manusia tak lagi mengenal batas.

 

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as., Masih Mau’ud, Imam Mahdi bersabda:

 

“Kalian harus ingat bahwa kecuali laa ilaha illallah meresap jauh ke dalam hati dan menyebar ke seluruh tubuh serta cahaya juga ketinggian Islam tampak darinya tidak akan ada kemajuan yang dapat diperoleh.” [3]

 

Hanya tauhid Ilahi yang melekat di hati bisa menyelamatkan diri. Ketika keyakinan kepada Allah Ta’ala begitu kuat dalam hati dan diri manusia maka segala kesulitan dan kesusahan tidak akan membuatnya memalingkan wajah mencari Tuhan lain. Tengok kehidupan Hadhrat Rasulullah saw. yang tak lepas dari kesusahan dan kesedihan, tetapi apa yang dilakukan oleh beliau? Itu semua membuatnya semakin tersungkur bersujud karena kenikmatan yang diberikan oleh-Nya.

 

Kita juga bisa membaca bagaimana kehidupan para sahabat Yang Mulia Rasulullah saw. sebagaimana diungkapkan oleh Hadhrat Masih Mau’ud as.:

 

“Lihatlah sahabat Rasulullah saw., mereka mengikuti Beliau dan mendahulukan agama daripada urusan duniawi, hasilnya Tuhan memenuhi semua janji yang diberikan. Pada awalnya para musuh mengejek karena tidak bisa keluar secara terbuka tetapi menyatakan akan menjadi raja dunia. Tetapi setelah mereka larut dalam ketaatan yang sempurna kepada Rasulullah saw., mereka dapat meraih apa-apa yang tidak akan pernah menjadi miliknya selama berabad-abad.” [4]

 

Hati akan gemetar saat nama Allah disebut berkonotasi timbul kekhusyuan dalam beribadah, tidak ada rasa takut dan selalu semangat untuk meraih karunia Allah Ta’ala baik jasmani maupun rohani. Kesibukannya dalam urusan dunia tidak membuatnya melupakan atau melepaskan pengkhidmatan pada agama dan sesama, karena yakin bahwa semua itu merupakan investasi jangka panjang bagi keselamatan dunia dan akhirat.

 

Berusahalah untuk selalu menghadirkan Allah Ta’ala dalam hidup agar keimanan terus meningkat dan ketawakalan semakin tebal. Pesan Hadrat Masih Mau’ud as. ini menjadi acuan dalam menjalani kehidupan ini.

 

“Jika bukan karena iman yang kalian miliki maka tidak akan mampu melalui segala macam kesusahan,. Semoga Tuhan membalas dan meningkatkan keimanan sehingga memiliki mata yang dapat melihat cahaya-Nya di jaman ini melalui karunia-Nya.” [5]

 

Referensi:

[1] Krisis Dunia dan Jalan Menuju Perdamaian, hal. 20

[2] QS. Al-Anfal 8: 3

[3] Malfuzat, Vol. II, hal. 158-159

[4] Malfuzat, Vol. II, hal. 157

[5] Malfuzat, Vol. II, hal. 158

 

Views: 38

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *