Ilmu Yang Bermanfaat Bukan Hanya Dihafal Tapi…

Ilmu salah satu sarana atau pedoman penunjang untuk kita mengarungi lautan kehidupan. Tanpa ilmu kita bagaikan seorang nakhoda yang berlayar dilautan tanpa navigasi.

Untuk menjadi umat yang terbaik, Islam menganjurkan umatnya untuk menuntut ilmu sepanjang hayat di kandung badan. Ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu bagi kehidupan.

Al-Qur’an adalah gudang ilmu yang tidak ada tandingannya. Ilmu yang terkandung dalam Al-Qur’an menuntun manusia menjadi hamba-hamba yang memahami hakikat penciptaannya dibumi ini.

Al-Qur’an sebagai mukjizat sempurna kepada insan Kamil Rasulullah Saw. Ayat yang pertama diturunkan kepada beliau SAW pun adalah perintah membaca (QS. Al-Alaq). Melalui bimbingan malaikat Jibril beliau menerima ilmu yang langsung diturunkan oleh pemilik ilmu itu sendiri yaitu Allah Ta’ala.

Secara berkesinambungan beliau menerima firman Allah yang kemudian diaplikasikan oleh beliau Saw melalui amalan yang kita kenal dengan nama Sunnah. Dengan tujuan supaya umat beliau SAW memahami apa yang dimaksudkan dengan ayat yang diturunkan kepada beliau.

Jadi tidak semata-mata setiap ayat yang diturunkan kepada beliau Saw hanya dihafalkan. Karena bila hanya beliau sendiri yang menghafal ayat yang diturunkan maka tidak akan membawa manfaat apapun bagi umat beliau.

Melalui amalan beliau Saw para sahabat yang ada diantara beliau memahami firman Allah Ta’ala. Sebagaimana difirmankan didalam surat At-Taubah: 105,

وَ قُلِ اعۡمَلُوۡا فَسَیَرَی اللّٰہُ عَمَلَکُمۡ وَ رَسُوۡلُہٗ وَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ ؕ ….

“Dan katakanlah (wahai Muhammad): Beramalahkamu (akan segala yang diperintahkan), maka Allah dan RasulNya serta orang-orang yang beriman akan melihat apa yang kamu kerjakan..

Dengan bantuan ilmu juga bisa mendekatkan seorang hamba dengan Rabbnya. Ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal yang akan sangat diperhitungkan sepeninggal si pencari ilmu.

Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Apabila anak Adam wafat, maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan do’a anak yang sholeh yang mendo’akannya.” (HR.Muslim)

Ilmu di samping dapat membimbing diri sendiri, dapat juga membimbing orang lain kepada kebaikan.

Nabi bersabda, “Allah akan menyayangi penerus-penerusku.” Beliau ditanya, “Siapakan para penerus itu?” Beliau menjawab, ”Mereka yang menghidupkan sunnah-sunnahku dan mengajarkannya kepada hamba-hamba Allah.”

Hakekat keilmuan seseorang tidak diukur dengan banyaknya hafalan yang dimiliki. Ilmu bila hanya untuk dihafal akan mudah hilang begitu saja seiring dengan usia manusia yang mengalami perubahan.

Tingkat kemampuan kitapun berbeda-beda.Tidak semua mampu mengaplikasikan ilmu bila hanya dihafal namun bila diamalkan akan berdampak panjang ke masa depan dengan melihat dalam bentuk amalan.

Salah seorang Imam Mazhab mengungkapkan dalam sebuah kalimat penuh makna: “Ilmu itu bukan yang dihafal, tetapi yang memberi manfaat. ” (Imam Syafi’i)

Tidak sedikit dari kita dalam menuntut ilmu terkadang lebih mengutamakan hafalan semata dan lupa mengkaji bahkan mengamalkan ilmu yang dicarinya. Padahal sebaik-baik ilmu yang kita cari adalah ilmu yang bermanfaat minimal untuk diri sendiri dan kita amalkan dalam kehidupan ini.

Oleh karena itu, kita diajarkan sebuah doa yang sangat baik diamalkan setiap waktu subuh atau pagi hari, yakni:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyyib dan amalan yang diterima.” (HR. Ibnu Majah no. 925)

Semoga usaha kita dalam menuntut ilmu seiring dengan ikhtiar kita mengamalkannya, bermanfaat untuk diri sendiri dan orang-orang yang menerima ilmu yang kita berikan.

Hits: 114

Rauhun Thayibah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories