KEBERKAHAN DI BALIK 10 HARI PERTAMA BULAN RAMADHAN

Bulan Ramadhan memiliki daya tarik tersendiri yang mampu menggerakkan orang-orang untuk beramal saleh. Ibarat sebuah kompetisi, semua orang sibuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Sudah beberapa hari berlalu dan pola kebiasaan masyarakat muslim perlahan mulai berubah. Mulai dari jam makan yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya, waktu beribadah yang semakin intens, dan ghairat untuk berbuat baik semakin menggebu-gebu.

Dalam sebuah Hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Ini adalah suatu bulan yang sepuluh hari pertamanya adalah rahmat, sepuluh hari pertengahannya adalah ampunan, dan sepuluh hari terakhir menyelamatkan dari api neraka.” Saat ini kita tengah berada dalam fase pertama dimana Rahmat Allah Ta’ala begitu dekat.

Arti rahmat adalah lembut, mengasihi, dan menyayangi. Perlakuan Allah Ta’ala yang lembut dan memaafkan kelemahan hamba-Nya sungguh tidak ada batasnya. Dalam Surah Al-A’raf ayat 157 Allah SWT berfirman bahwa Rahmat-Nya meliputi segala sesuatu.

Rahmat jenis ini sifatnya umum. Setiap makhluk bisa mengambil manfaat dari rahmat Tuhan jenis ini. Sehingga tanpa daya upaya kita, Allah telah menyiapkan satu jenis rahmat yang bisa diperoleh siapa saja, tanpa memandang ia mukmin atau kafir, ia saleh atau pendosa.

Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya, rahmat Allah dekat kepada para muhsin.” (Q.S. Al-A’raf: 57).

Muhsin adalah orang yang berbuat baik kepada yang lain, yang berjalan di atas ketakwaan, memiliki wawasan ilmu, yang melaksanakan perintah Allah dengan sempurna dan memenuhi semua syarat-Nya. Maka rahmat Allah begitu dekat bagi mereka yang tidak berusaha sekuat tenaga untuk menghindarkan diri dari dosa. Mereka memiliki rasa takut akan hukuman dan memohon ampun dengan penuh ketakwaan di dalam hati, sehingga segala doa mereka dikabulkan.

Ini merupakan satu jenis rahmat yang khas dimana rahmat Ilahi akan senantiasa tercurahkan kepada mereka yang berbuat ihsan dan menjalani hidup dengan penuh ketakwaan.

Pada tahapan ini seseorang tak hanya dituntut untuk menghindarkan diri dari dosa. Tapi juga harus menghiasi segi-segi kehidupannya dengan amal-amal saleh.

Pada bulan ini Allah Ta’ala menyediakan sarana berupa rahmat-rahmat ini untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Jika orang mu’min memanfaatkan sarana-sarana tersebut dengan sebaik-baiknya, maka pasti sebagai hasilnya, dia akan menarik karunia-karunia Allah, dan menjadi pewaris rahmat Allah Ta’ala. Puasa yang pada dasarnya merupakan bentuk pensucian rohani dapat menjadi salah satu jalan untuk meraih rahmat Allah Ta’ala.

Melewati 10 Hari pertama dalam bulan Ramadhan adalah hal yang membahagiakan karena kita dapat merasakan hari-hari turunnya Rahmat Allah SWT.

Namun, apakah kita juga merenungkan bahwa kita sudah melakukan amalan-amalan yang seharusnya selama hari-hari tersebut? Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang berusaha melakukan amal saleh dan senantiasa berjalan di atas jalan-jalan ketakwaan. Aaamiin.

.

.

.

editor: Muhammad Nurdin

Hits: 353

Mumtazah Akhtar

1 thought on “KEBERKAHAN DI BALIK 10 HARI PERTAMA BULAN RAMADHAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories