KETIKA ALLAH AMBIL NIKMAT SUJUD DARI HATI HAMBANYA

Suatu hari sebuah keluarga kecil menunaikan shalat berjamaah bersama. Seperti biasa, usai shalat, sang ayah memberikan sedikit tarbiyat untuk keluarga itu. Setelah panjang lebar menjelaskan betapa pentingnya kita untuk selalu berbuat baik, kemudian sang ayah mulai memberikan kesempatan untuk bertanya.

“Nah, sekarang siapa yang mau bertanya atau menambahkan pemaparan tadi?” tanya sang ayah.

“Saya, Abi. Saya mau bertanya. Bagaimana kalau Allah murka kepada hamba-Nya, apakah akan memberi azab seketika itu?” tanya sang anak.

“Ketika Allah murka kepadamu, Dia tidak akan menghentikan nafasmu dan juga tidak akan berhenti memberikan rezeki-Nya kepada hamba-Nya,” jelas sang ayah.

“Lalu bagaimana cara Allah menghukum hamba-Nya?” tanya sang anak yang mulia penasaran.

“Dengan cara mengambil nikmat sujud kita,” jawab sang ayah.

“Abi, bagaimana cara Allah mengambil nikmat sujud kita?” tanya sang anak.

“Allah akan menjadikan hati kita terkunci dan tidak akan menikmati lagi shalat kita. Jadi membuat hati kita berat untuk menegakkan shalat. Hingga pada akhirnya Allah mengambil keutamaan bersujud darimu,” jelas sang ayah.

Kemudian sang ayah menekankan untuk terus berbuat baik dalam keadaan apapun. Karena jika nikmat sujud kita tidak ada lagi, maka rasa syukur kita pun akan hilang dan akibatnya hati akan menjadi beku tanpa sentuhan rasa syukur. Jika sudah tidak ada rasa syukur, maka kebahagiaan hidup pun akan susah didapatkan.

Begitulah jika Allah murka, karena Maha Kasih Sayang-Nya. Allah tidak serta-merta memutuskan nafas kita dan tidak serta merta menarik rezeki kita. Allah tetap memberikan rezeki, tetapi secara perlahan Allah akan menarik nikmat sujud kita, sehingga rasa syukur itu hilang. Dan jika rasa syukur hilang, maka kebahagiaan hidup pun tidak akan pernah bisa tercapai, walaupun hidup dengan harta berlimpah dan kaya raya.

Untuk itu teruslah berusaha meraih dan mempertahankan nikmat dalam setiap sujud kita. Laksanakan semua amal ibadah yang Dia perintahkan dan jauhkan diri dari semua yang Dia larang dengan segenap ketulusan hati.

Visits: 54

Ary Lestari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *