Mendekap Al-Qur’an Hingga Ajal Menjelang

Kepalanya menunduk, jari telunjuknya menelusuri kata demi kata. Al-Qur’an yang tergeletak di meja di hadapannya begitu khusyuk dibaca, meski harus terbata-bata. Usianya yang tak lagi muda perlahan memudarkan penglihatannya. Tapi kecintaannya kepada Al-Qur’an tak pernah sirna, seolah usia hanyalah sekadar angka.

“Ulangi, Nek,” ucap seorang perempuan muda usia pertengahan 20an. Ia menuntun sang nenek membaca Al-Qur’an, kata demi kata. Walau harus menunggu lama, ia tak sekalipun mengalihkan pandangannya dari Al-Qur’an di hadapannya. Sang nenek dan peserta perempuan lainnya mendapat porsi perhatian yang sama.

Selepas kelas Ta’limul Qur’an selesai, satu demi satu peserta pun meninggalkan masjid. Seorang peserta yang baru bergabung, berjalan di samping sang guru kemudian berkata, “Hebat nenek tadi. Sudah tua masih semangat belajar Al-Qur’an.”

“Ya. Padahal beliau dulu adalah guru mengaji saya. Sekarang saya yang mengajari beliau mengaji.” Balasan sang guru tadi mengejutkan si peserta. Ternyata ketika muda, sang nenek sangat pandai mengaji. Bahkan menjadi guru di kampung itu. Tapi ketika tua, kemampuan mengajinya jauh berkurang akibat penglihatan yang tak seprima ketika muda.

Tapi, usia tua dan penglihatan yang tak lagi prima tak sanggup merampas semangat dan kecintaan sang nenek terhadap Al-Quran. Tak sekalipun ia tak hadir dalam kelas Ta’limul Qur’an. Walau harus duduk bersama perempuan-perempuan lainnya, dengan berbagai jenjang usia, dan dengan sejarahnya sebagai guru mengaji di usia muda, Nenek tak pernah merasa malu. Ia tahu kini ia butuh bantuan untuk mengaji, ia tahu kini ia butuh dibimbing. Dan ia tak peduli pendapat orang lain.

Di suatu hari yang mendung, sebuah kabar duka datang menusuk jantung. Nenek menghembuskan nafas dalam pembaringannya dengan senyum. Dengan berbalut mukena dan mendekap Al-Qur’an di dadanya, sang nenek pergi menjemput kehidupan baru di alam yang berbeda. Bahkan, hingga akhir hidupnya, sang nenek masih memberikan teladan akan semangat dan kecintaan yang demikian tinggi terhadap firman-firman-Nya.

Visits: 42

Lisa Aviatun Nahar

1 thought on “Mendekap Al-Qur’an Hingga Ajal Menjelang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *