Menghindari Sifat Egois

Sifat egois apabila timbul dalam diri seseorang secara berlebihan, maka akan menimbulkan kesombongan. Selain itu, sifat egois termasuk juga ke dalam penyakit hati yang harus kita hindari.

Sebagai umat Muslim, kita hendaknya menghindari sifat egois(mementingkan diri sendiri). Karena sejatinya, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan dan pertolongan orang lain. Tidak seharusnya kita mementingkan diri sendiri tanpa mementingkan kepentingan umum, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat.

Karena sikap egois akan menimbulkan kesombongan dalam diri kita, oleh karena itu hendaknya kita menjauhi sifat tersebut karena tidak disukai oleh Allah Ta’ala. Seperti tertera dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah berfirman dalam Surat Bani Isra’il, ayat 38:

“Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan sombong, sesungguhnya engkau sama sekali tidak dapat membelah bumi dan tidak pula engkau dapat mencapai ketinggian gunung-gunung.” (QS.Bani Isra’il, ayat 38)

Tafsir dari ayat tersebut adalah:
“Membanggakan dan menyombongkan diri atas hasil-hasil yang dicapai oleh seseorang bukan saja menunjukan kedangkalan pikiran orang, tetapi juga mendatangkan kerugian akhlak kepada orang sombong itu, sebab sikap demikian membuatnya menjadi puas dengan apa yang telah dicapainya. Hal demikian akan membawa akibat akan merintangi kemajuan akhlaknya.” (Al-Qur’an Terjemahan dan Tafsir Singkat terbitan Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia)

Sikap egois terkadang dapat mengalahkan segalanya. Kita hanya menginginkan kebaikan untuk diri kita sendiri seolah-olah tak peduli dengan perasaan dan penderitaan orang lain. Oleh karena itu, sikap egois tersebut sangat berbahaya dan harus dihindari oleh setiap Muslim.

Kita sering menyaksikan pemberitaan di televisi mengenai aparat pemerintah yang melakukan korupsi untuk memperkaya diri sendiri tanpa memperdulikan nasib rakyat kecil. Yang seharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat dengan kekuasaannya, justru berbuat sewenang-wenang dan tidak memperdulikan rakyat kecil yang sedang membutuhkan pertolongannya.

Oleh karena itu di dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. pun telah bersabda, “Sesungguhnya kalian sesudahku nanti akan menemui orang-orang yang mementingkan diri sendiri, maka bersabarlah hingga kalian bertemu aku di telaga( Di Padang Mahsyar).” [HR.Bukhori dan Muslim]

Hadits tersebut memberikan peringatan agar kita hati-hati dan waspada jika hal itu terjadi. Sekaligus menjadi peringatan bagi para pemimpin agar sebaiknya mendahulukan kepentingan umat daripada kepentingan dirinya sendiri.

Lalu, bagaimana cara kita agar terhindar dari sikap egois atau terlalu mementingkan diri sendiri ?

1. Luangkan waktu untuk mendengarkan orang lain.
2. Sering membantu orang lain.
3. Belajar memahami orang lain
4. Mau menerima saran dan kritik dari orang lain.
5. Ikut kegiatan sosial.

Dengan kelima cara menghindari sikap egois di atas, hal ini dapat membantu kita memperoleh manfaat psikologis dengan menunjukan sikap kepedulian kepada orang lain. Dan pada akhirnya, hal ini dapat menanamkan sikap empati kepada sesama.

Oleh karena itu mulai dari sekarang, mari kita menurunkan ego yang ada dalam diri kita agar dapat dengan mudah berinteraksi dengan orang lain serta mempunyai kepekaan terhadap perasaan dan penderitaan sesama manusia. Sehingga, kita akan mampu mengesampingkan keinginan diri sendiri untuk lebih mengedepankan kepentingan orang lain dengan tujuan yang lebih mulia.

Mari kita menata hati dan hidup kita agar lebih bermakna bagi sesama. Mari menjadi manusia yang bermanfaat, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang dapat bermanfaat bagi orang lain.

Visits: 50

Dede Nurhasanah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *