
Pentingnya Bergaul dengan Orang-Orang yang Benar (Shaadiqin)
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Oleh sebab itu, manusia pasti membutuhkan teman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Seorang Muslim dan Muslimah hendaknya mencari, bergaul, dan menjadikan teman yang shalih sebagai kawan-kawannya. Jangan merasa rendah bergaul dengan orang-orang yang taat, walaupun mereka orang-orang yang kekurangan secara duniawi. Karena mereka memiliki derajat di sisi Allâh Yang Maha Tinggi. Sebagaimana yang difirmankan Allah SWT.: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan jadilah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang saleh/benar.” (QS. At-Taubah: 119)
Di dalam ayat ini terdapat perintah untuk berkawan dengan orang-orang baik, menundukkan jiwa untuk berkawan dan bergaul dengan mereka, walaupun mereka adalah orang-orang miskin. Karena sesungguhnya berkawan dengan mereka terdapat faedah-faedah yang tidak terbatas.
Tafsir ayat ini adalah:
“Muslih Mau’ud r.a. memberikan sebuah permisalan ada seorang pelajar Sikh yang sangat fanatik kepada Hadhrat Masih Mau’ud a.s. Beliau pun menulis padanya bahwa pada mulanya saya sangat yakin akan keberadaan wujud Tuhan, tetapi kini sedikit timbul keragu-raguan pada diri saya.
Maka Hadhrat Masih Mau’ud a.s memberikan jawaban padanya bahwa dari antara rekan kamu pasti ada yang memiliki keyakinan atheis yang kini pengaruhnya mulai menulari dirimu, karena itu gantilah tempat dudukmu. Maka dia mengganti tempat duduknya dan dengan sendirinya perbaikan terjadi dalam dirinya.
Bersabda, bahwa dari itu dapat dibayangkan bahwa betapa buruk pengaruhnya. Yakni inilah hikmah yang sehingga apabila Rasulullah saw. pergi ke suatu majelis maka sedemikian banyak beliau mengucapkan istigfar supaya jangan ada gerakan buruk yang dapat berpengaruh pada kalbu beliau yang suci.” (Tafsir Kabir jilid 6 hal. 481-482.)
Berkawan dengan orang shalih membawa dampak yang baik, karena kawan itu akan mempengaruhi kawannya. Jika kawan itu shalih akan membawa kepada kebaikan, sebaliknya jika kawan itu buruk akan membawa kepada keburukan.
Namun hal ini bukan berarti kita tidak boleh mengenal semua orang. Mengenal semua orang dibolehkan, namun kita jangan menjadikan kawan dekat kecuali orang-orang yang shalih atau shalihah. Kita harus memilih kawan-kawan yang baik untuk keselamatan kita.
Pada hakikatnya manusia tidak mungkin tidak terpengaruh dengan orang-orang yang berada di sekitarnya/lingkungannya. Oleh karena itu jika untuk pertemanan, persaudaraan, dan untuk tinggal bersama, maka kita hendaknya harus memilih orang-orang yang berakhlak luhur dan bertujuan luhur. Kita pasti akan berupaya untuk menjauhkan segenap kekurangan-kekurangan dan lama kelamaan upaya ini akan terbukti membawa langkah kita ke arah keluhuran-keluhuran akhlak.
Akan tetapi jika kita memilih kawan-kawannya yang jahat, maka mereka sama sekali tidak akan pernah membawa kita pada jalan yang benar. Bahkan mereka akan terbukti mendorong kita pada akhlak yang rendah.
Ketika sering-sering bertemu dan bergaul dengan orang- yang memiliki pikiran dan pandangan positif, maka kita ikut tertular dengan semangat mereka. Kita jadi terinspirasi untuk berbuat kebaikan dan memiliki pandangan yang positif dalam melihat dunia. Energi positif yang dipancarkan oleh mereka membuat energi baik di diri kita dan sekelilingnya seolah-olah hadir dan tumbuh berkali-kali lipat.
Sebaliknya, jika kita tengah berada di lingkungan orang-orang yang berpandangan pesimis dan seolah-olah membenci dunia, rasanya kita seperti tersedot di sebuah labirin yang gelap. Hati dan pandangan kita jadi ikutan kelam dan menjadi gelap, serta jadi ikut-ikutan membenci dunia, seolah-olah dunia juga berlaku tak adil kepada kita dan sekelilingnya.
Energi positif itu meliputi seluruh perbuatan baik, mulai dari niat baik, berprasangka baik, berpikir positif, amalan-amalan yang bermanfaat dan termasuk melaksanakan ibadah. Sedangkan energi negatif adalah segala sesuatu yang dilarang dalam agama.
Nasehat yang berharga dari seorang Imam dari kota Madinah ini semoga kita dapat mengamalkannya yakni, “Berusahalah untuk selalu berada di sekeliling orang-orang yang memotivasi kamu ke arah yang positif.” (Imam Malik)
Views: 328