Menjalani Hidup dalam Kesadaran akan Kehadiran Allah Ta’ala

“Hendaklah setiap hari jika fajar menyingsing memberi kesaksian, bahwa kamu telah melewatkan hari dengan penuh ketakwaan, dan tiap-tiap petang hendaklah menjadi saksi, bahwa kamu menjalani siang hari dengan hatimu merasa takut kepada Allah.” [Hadhrat Masih Mau’ud a.s.]

Nasihat yang sangat indah ini, mengajak kita untuk memulai setiap hari dengan niat dan tekad untuk hidup dalam kepatuhan kepada Allah. Fajar menyingsing menjadi simbol permulaan hari, sebuah kesempatan baru untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Serta menekankan pentingnya menjalani setiap hari dengan kesadaran penuh akan kehadiran Allah dan rasa takut kepada-Nya, yang dalam konteks Islam dikenal sebagai takwa.

Ketakwaan adalah inti dari nasihat ini. Takwa berarti menjalani hidup dengan mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta selalu sadar akan kehadiran-Nya dalam setiap aspek kehidupan.

Ketakwaan yang sejati membawa cahaya bersamanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Hai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah Dia akan menjadikan bagimu suatu pembeda, dan Dia akan menghapuskan darimu keburukan-keburukanmu, dan Dia akan mengampunimu; dan Allah pemilik karunia yang sangat besar.” (Al-Anfal: 30)

Dan dalam ayat berikut, “Dan akan menjadikan bagimu cahaya, yang dengannya kamu akan berjalan,” (Al-Hadid:29)

Dengan ketakwaan, setiap tindakan, pikiran, dan perasaan kita diarahkan oleh kesadaran spiritual yang mendalam.

Setiap pagi dan petang dianjurkan untuk menjadi momen refleksi. Pagi hari kita memulai dengan niat takwa, dan petang hari kita mengevaluasi diri apakah hari tersebut telah dijalani dengan rasa takut (takut di sini berarti rasa hormat dan ketaatan) kepada Allah. Ini membantu kita untuk terus memperbaiki diri dan menjaga hubungan yang baik dengan Allah Ta’ala.

Rasa takut di sini bukan dalam arti ketakutan yang negatif, tetapi lebih kepada rasa hormat, kagum, dan cinta yang mendalam kepada Allah. Rasa takut ini mendorong kita untuk selalu berusaha melakukan yang terbaik dan menjauhi dosa.

Nasihat ini juga mengingatkan kita bahwa waktu adalah saksi dari perbuatan kita. Setiap pagi dan petang, waktu menjadi saksi apakah kita telah menjalani hari dengan ketakwaan dan rasa takut kepada Allah. Ini mengingatkan kita akan pentingnya setiap momen dalam hidup dan tanggung jawab kita untuk memanfaatkannya sebaik mungkin.

Visits: 63

Liana S. Syam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *