Niat Baik Mendonorkan Mata yang Dicatat Malaikat

Seorang ibu, di usia senja memegang secarik kertas blanko. Beliau meminta tolong kepada sang anak untuk dapat mengisi data beliau ke dalam blanko tersebut.

“Memang itu blanko apa, Bu?” tanya anaknya sembari memeriksa secarik kertas yang disodorkan sang ibu. Rupanya itu adalah surat pernyataan calon donor mata.

“Ibu, kan, memiliki riwayat glukosa. Bahkan mata Ibu pun sudah tidak jelas dalam penglihatan. Bagaimana bisa Ibu mendonorkan mata Ibu, nantinya?” ucap sang anak menjelaskan.

Sang ibu pun tertegun, sembari kembali mengambil blanko tersebut dari tangan anaknya. Terlihat ada rasa kecewa yang beliau guratkan dalam raut wajahnya.

Dan suasana demikian terjadi sekitar 1 bulan lalu, sebelum beliau terbaring koma di RSUD. Pembuluh darahnya pecah mengakibatkan saraf-sarafnya tidak dapat berfungsi.

Suatu hari, ketika saya sedang menjenguk beliau di dalam ruang perawatan, datanglah seorang anggota yang bernama Bu Euis. Beliau datang layaknya seorang ibu kepada anaknya, dengan penuh kasih sayang memeluk dan menciuminya.

Melihat kondisi yang memang sangat mengkhawatirkan, Bu Euis berbisik dan bertanya kepada saya, “Apakah sang ibu mendaftar calon donor mata?” Saya jawab bahwa beliau sempat ingin mendaftar. Namun karena beberapa faktor dan kondisi tertentu, beliau terpaksa tidak sempat mendaftarkan diri sebagai calon donor mata.

Empat hari telah berlalu. Kondisi sang ibu tidak kunjung membaik. Sampai akhirnya Allah pun berkehendak lain. Dia panggil hamba-Nya tersebut meninggalkan dunia ini.

Dalam suasana duka, terlintas dalam benak anak-anaknya untuk mewujudkan keinginan dan niat sang ibu yang sempat terlontar. Dan pada saat itu juga, setelah jenazah disucikan, anak-anaknya sepakat untuk memanggil dokter untuk memenuhi niat almarhumah.

Dokter ahli donor mata pun datang dan langsung mengambil tindakan. Dan apa yang dokter katakan kepada anak-anak beliau? “MasyaAllah! Kornea mata almarhumah begitu bersih, sangat bagus. Bisa langsung didonorkan. Bahkan tidak terdapat kesulitan sedikit pun dalam sesi pengambilannya.”

Sedih, haru, dan rasa bangga bercampur di dalam hati. MasyaAllah! Apa yang sang ibu niatkan dalam masa-masa terakhir menjalani hidupnya, telah dicatat malaikat. Semoga menjadi amal baik, serta mendatangkan pahala yang melimpah bagi almarhumah.

Dan semoga, kornea mata yang didonorkan dapat menjadi penolong, penjaga, dan menemaninya di keabadian. Aamiin Allahuma Aamiin.

Sejatinya, manusia hanya mampu berupaya menjadi sebaik-baiknya makhluk. Berharap kita bisa menemukan sebaik-baiknya jalan kembali, karena kita tidak pernah tahu kapan ajal itu datang.

Ketika kita sudah memiliki niat baik, bersegeralah untuk mewujudkannya menjadi amalan yang nyata. Lahirkanlah keikhlasan yang hakiki dalam hati kita dengan selalu berusaha untuk berbuat baik. Tanpa mengharapkan suatu balasan duniawi dan semata-mata hanya mengharapkan keridhaan Allah Swt.

Visits: 19

Cucu Komariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *