AMALAN UTAMA PEMBUKA PINTU SURGA

Apa warisan terindah yang bisa kita tinggalkan untuk keluarga? Harta, jabatan, atau justru kebiasaan yang mengantarkan mereka menuju surga? Seorang perempuan bernama Hunaidah memberikan warisan masa depan bagi keluarganya.

 

Dalam setiap langkah dan helaan napas yang masih kita nikmati, tersadar bahwa semua adalah karunia yang kelak akan dipertanggungjawabkan. Islam mengajarkan amalan wajib dan sunnah sebagai wujud taat, syukur, dan cinta kepada Sang Pencipta.

 

Ibarat membangun rumah, amalan wajib adalah tiang pondasi iman, sementara amalan sunnah adalah hiasan yang memperindahnya. Ibadah sunnah menjadi penyempurna kekurangan ibadah wajib, meningkatkan kedisiplinan, serta menambah kedekatan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

 

Dua Sunah Utama yang Sangat Dianjurkan

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

 

Pertama, puasa di bulan Muharram. Bulan ini disebut Syahrullah (bulan Allah) dan termasuk bulan mulia. Puasa di dalamnya menjadi sarana meningkatkan kecintaan dan ketakwaan kepada Allah.

 

Kedua, shalat malam. Salah satu bentuknya yang utama adalah shalat Tahajud. Allah berfirman:

“Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)

 

Tahajud adalah jalan menuju maqām maḥmūd/ kedudukan terpuji di sisi Allah.

 

Kisah Keluarga Ahli Tahajud

Di sebuah kampung, hiduplah Hunaidah. Setiap malam ia bangun menunaikan Tahajud, lalu membangunkan anak, suami, dan para pelayannya. “Bangunlah, berwudhulah, lalu shalat malam. Kelak kalian akan bersenang hati,” ujarnya. Ia istiqomah hingga wafat.

 

Suaminya bermimpi bertemu Hunaidah yang berpesan, “Jika ingin menikahiku kelak di surga, lanjutkanlah kebiasaanku: bangunkan keluargamu untuk sholat malam.” Sang suami pun meneruskannya hingga wafat.

 

Anak tertua mereka kemudian bermimpi didatangi ayahnya. “Jika ingin menyertai kami di surga, lanjutkan kebiasaan baik ini pada keluargamu,” pesan sang ayah. Kakak tertua pun istiqomah hingga wafat.

 

Masyarakat menyebut mereka al-Qowwāmīn/ keluarga yang ahli sholat malam. Kisah ini membuktikan bahwa shalat malam menjadi warisan cahaya dari generasi ke generasi.

 

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebarkanlah salam, berilah makan, sambung silaturahmi, dan shalatlah di malam hari ketika orang tertidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa shalat paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. Nabi Muhammad Saw melaksanakan tahajud hingga kaki beliau saw. tampak bengkak karena panjangnya waktu yang dihabiskan dalam ibadah.

 

Dalam khutbahnya, Huzur menyampaikan bahwa tahajud adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan kerohanian, dan membangun hubungan lebih dekat dengan-Nya. Di sepertiga malam, Allah turun ke langit dunia, membuka pintu pengabulan doa dan ampunan.

 

Huzur menekankan agar di sepertiga malam kita mengadukan segala kesulitan dan hajat hanya kepada Allah. Suasana malam yang hening adalah waktu paling efektif mengisi kembali keimanan dan mengembalikan koneksi kita dengan Allah.

 

Untuk istiqomah dalam sholat malam, kita butuh motivasi besar, semangat kuat, dan pertolongan Allah. Tanamkan rasa cinta kepada-Nya, prioritaskan waktu malam untuk berdialog dengan Sang Khalik. Masih banyak waktu lain untuk tidur, namun hanya sedikit momen istimewa untuk meraih kemuliaan di hadapan Allah.

 

Dua amalan utama, puasa Muharram dan shalat malam adalah pintu kebaikan bagi siapa saja yang merindu kedekatan dengan Allah. Kisah Hunaidah mengajarkan bahwa kebaikan tak berhenti di diri sendiri. Ia menjadi cahaya yang diwariskan, menginspirasi generasi demi generasi untuk bangun di sepertiga malam, bersimpuh di hadapan Allah, dan meraih janji-Nya: tempat terpuji di sisi-Nya.

 

Semoga Allah memberi kita taufik dan hidayah untuk istiqomah dalam amalan mulia ini. Aamiin.

Views: 139

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *