MAKNA BERPIKIR POSITIF DALAM ISLAM
Pada saat itu, Hadhrat Rasulullah saw. bersama sahabat setianya, Hadhrat Abu Bakar As-Siddiq ra., bersembunyi di Gua Tsur karena dikejar oleh kaum Quraisy yang ingin membunuh beliau.
Situasinya sangat kritis, musuh sudah sampai di depan gua, nyawa berada di ujung ancaman. Secara logika manusia, hampir tidak ada jalan keluar.
Dalam keadaan itu, Hadhrat Abu Bakar ra merasa cemas. Ia berkata,
“Wahai Rasulullah, jika salah satu dari mereka melihat ke bawah kakinya, pasti mereka akan melihat kita.”
Namun Hadhrat Rasulullah saw menjawab dengan penuh ketenangan dan keyakinan:
“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”[1]
Peristiwa ini tertulis dalam Al-Qur’an:
“Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”[2]
Hadhrat Rasulullah saw tidak panik, tidak putus asa, bahkan tidak meragukan pertolongan Allah, padahal secara manusiawi, situasinya sangat genting.
Bukan karena situasi aman, tapi justru saat kondisi paling berbahaya. Bukan karena ada solusi yang terlihat, tapi karena yakin Allah punya rencana. Bukan optimisme kosong, tapi keyakinan berbasis iman.
Dan hasilnya?
Kaum Quraisy tidak melihat mereka, Hadhrat Rasulullah saw selamat, dan hijrah berhasil dan menjadi titik awal kejayaan Islam.
Dalam Islam, berpikir positif bukan sekadar motivasi, tetapi bagian dari iman. Seorang Muslim diajarkan untuk yakin bahwa setiap ujian mengandung hikmah dan setiap kesulitan pasti diiringi kemudahan.
Allah SWT berfirman:
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”[3]
Ayat ini diulang dua kali untuk menegaskan bahwa kesulitan tidak pernah berdiri sendiri, selalu ada jalan keluar yang Allah siapkan.
Jika kita yakin Allah akan menolong, maka pertolongan itu akan datang. Sebaliknya, jika kita putus asa, kita justru menutup pintu harapan.
Hadhrat Ali bin Abi Thalib berkata:
“Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu.”[4]
Artinya, bahkan dalam kesulitan sekalipun, seorang mukmin tetap mendapatkan kebaikan, asal ia bersabar dan tetap berpikir positif.
Berpikir positif bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi:
1. Melihat harapan di tengah kesulitan
2. Meyakini rencana Allah selalu terbaik
3. Tidak mudah putus asa
Kehidupan memang keras, tetapi hati yang kuat akan mampu melewatinya, kekuatan itu lahir dari cara kita berpikir.
Ketika hidup terasa berat, ingatlah bahwa kesulitan bukan tanda Allah meninggalkan kita, justru itu tanda Allah sedang mendidik kita. Dan di baliknya, ada kemudahan yang sudah menunggu
Maka, tetaplah berpikir positif. Bukan karena hidup selalu mudah, tetapi karena kita percaya bahwa Allah Ta’ala selalu bersama kita.
Referensi:
[1] https://www.detik.com/hikmah/kisah/d-7431151/kisah-perjalanan-hijrah-nabi-saw-sembunyi-di-gua-tsur-bersama-abu-bakar
[2] QS. At-Taubah: 41
[3] QS. Al-Insyirah: 6-7
[4] Ali bin Abi Thalib
Views: 103
