KETAKWAAN MENCIPTAKAN TRANSFORMASI REVOLUSIONER DUNIA

Sering kali dalam kehidupan sehari-hari kita berpikir bahwa perubahan besar harus dimulai dari hal-hal besar. Padahal Islam mengajarkan bahwa perubahan justru sering lahir dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan ketakwaan. Ketakwaan bukan hanya tentang rajin beribadah, tetapi juga tentang bagaimana kita bersikap dalam keseharian.

 

Contoh nyata yang bisa dilakukan adalah tetap jujur meski tidak ada yang melihat, menahan emosi saat marah, membantu orang lain tanpa pamrih, menghormati orang tua, menjaga perasaan teman dan tetap berbuat baik meski sedang lelah atau kecewa.

 

Hari ini banyak orang terlihat baik di luar, tetapi mudah menyakiti dalam ucapan. Ada yang rajin beribadah, tetapi masih suka merendahkan orang lain.

Ada pula yang terlihat tenang, tetapi diam-diam lalai terhadap tanggung jawabnya.

 

Di sinilah kita belajar bahwa ketakwaan bukan hanya soal hubungan dengan Allah Taala, tetapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan sesama manusia. Seperti ungkapan yang disabdakan oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V aba. dalam khutbah Idul Adha:

 

“Jika kita menjalani hidup kita dengan ketakwaan dan memenuhi hak-hak Allah Taala dan hak-hak ciptaan-Nya, maka Insya Allah kita akan mewujudkan transformasi revolusioner di dunia ini.” [*]

 

Pesan ini sangat dekat dengan kehidupan kita. Dunia tidak akan berubah hanya dengan banyaknya nasihat, tetapi akan berubah ketika manusia mulai memperbaiki dirinya.

 

Ketika seseorang mulai menjaga salatnya, memperbaiki lisannya, menepati janji, meminta maaf ketika salah dan tidak meremehkan hak orang lain, maka di situlah perubahan dimulai.

 

Memenuhi hak Allah Ta’ala berarti kita berusaha menjaga ibadah, berdoa dengan sungguh-sungguh dan hidup dengan kesadaran bahwa Allah selalu melihat kita. Sedangkan memenuhi hak-hak ciptaan-Nya berarti kita belajar menjadi manusia yang lebih lembut, adil, sabar dan peduli.

 

Kadang kita ingin melihat dunia yang lebih damai, keluarga yang lebih harmonis atau lingkungan yang lebih baik. Namun semua itu tidak akan terwujud jika kita sendiri belum mulai berubah. Bisa jadi dunia tidak butuh lebih banyak orang hebat, tetapi lebih banyak orang yang bertakwa, tulus dan membawa ketenangan bagi orang lain.

 

Maka dari itu marilah mulai dari hal sederhana. Dari rumah, dari lisan, dari sikap, dari niat dan dari hubungan kita dengan Allah Ta’ala. Karena bisa jadi perubahan besar yang kita harapkan selama ini, justru bermula dari ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Referensi:

[*] Khutbah Idul Adha Khalifatul Masih V aba.

 

 

 

Views: 23

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *