BERPIKIR POSITIF: ALLAH AKAN SELALU ADA UNTUK KITA
Tujuan manusia diciptakan oleh Tuhan hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada-Nya. Dan pada suatu saatnya nanti kelak kita akan kembali kepadaNya. Tetapi manusia terkadang lupa terlalu memikirkan hal duniawi saja yang hanya bersifat sementara, dan melupakan kehidupan akhirat kelak yang justru abadi.
Manusia yang terlalu memikirkan duniawi dan tidak memperdalam ilmu rohani terkadang lebih tidak bisa merasakan kebahagiaan yang hakiki. Jika terjadi sedikit saja masalah, mereka tidak tenang karena kurang memiliki hubungan yang kuat dengan Sang Pencipta. Seperti yang Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. tuliskan dalam buku Bahtera Nuh, jadilah sahabat Allah, agar Allah pun menjadi sahabatmu.
Perjalanan roda kehidupan di dalamnya tak akan luput dari masalah yang akan kita hadapi, Hadhrat Ali bin Abi Talib ra., menuliskan sebuah nasehat:
“Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu.”
Membiasakan diri untuk selalu berfikir positif akan membawa rasa optimis dan selalu bersyukur kepada Allah dengan rasa penuh keyakinan akan ada hikmah dibalik semua permasalahan yang kita hadapi dan kita pasti akan sanggup menghadapinya. Sesuai dengan apa yang Allah Ta’ala firmankan:
Laa yukallifullahu nafsan illa wus’aha
Artinya: “Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya.” [1]
Allah Ta’ala mempertegas dalam Surah lainnya:
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” [2]
Lebih lanjut dalam tafsir dijabarkan, Sabr (sabar) berarti, (1) tekun dalam menjalankan sesuatu; (2) memikul kemalangan dengan ketabahan dan tanpa berkeluh-kesah; (3) berpegang teguh kepada syari’at dan petunjuk akal; (4) menjauhi perbuatan yang dilarang oleh syari’at dan akal. [3]
Terkadang di dalam kehidupan kita ini, kita sudah berdoa dan berdoa tetapi ternyata Allah tidak mengabulkan doa kita. Apa yang harus kita lakukan? Apakah kita berputus asa? Tentu saja tidak, kita harus selalu berfikir positif. Hadhrat Masih Mau’ud as. bersabda:
“Jika doa kamu tidak dikabulkan, janganlah berburuk sangka kepada Allah, justru dengan tidak dikabulkannya doamu terletak Rahmat Allah di dalamnya.” [4]
Jadi akan selalu ada hikmah dibalik semua peristiwa yang kita alami, walaupun saat ini kita belum tahu apa hikmahnya, suatu saat nanti pasti akan tahu jawabannya. Yakinlah kalau Allah sayang kita, Allah akan menjadi seperti apa yang kita kira. Orang tua sayang kepada anaknya tentu saja Allah lebih sayang lagi. Dan Allah akan memberikan ganjaran sesuai dengan apa yang kita usahakan. Teruslah berusaha menjalani kehidupan sesuai dengan apa yang Allah Ta’ala inginkan berpedoman kepada Al-Qur’an dan Hadist.
Beberapa ayat Al-Qur’an di dalamnya Allah Ta’ala menjelaskan bahwa kita tidak akan takut dan juga tidak akan bersedih. Sebagaimana difirmankan dalam salah satu Suratnya:
“Barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, maka tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih.” [5]
Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra. menjelaskan bahwa kata Khauf menyatakan ketakutan akan masa depan sedangkan Huzn umumnya bertalian dengan kesedihan dengan apa yang telah berlalu. [6]
Dunia ini hanya sementara, janganlah takut untuk menghadapinya walaupun berbagai permasalahan hadir. Janganlah bersedih atas apa yang sudah terjadi di masa lampau. Carilah hikmah sebanyak-banyaknya.
Hadhrat Rasulullah saw. bersabda:
“Mintalah selalu kepada Allah walaupun hanya untuk seutas tali sepatu.” [7]
Semoga kita selalu mendapat Rahmat HidayahNya Aamiin.
Referensi:
[1] QS. Al-Baqarah 2: 286
[2] QS. Al-Baqarah 2: 154
[3] Tafsir Singkat Ahmadiyah Indonesia, QS. Al-Baqarah 2: 154
[4] Bahtera Nuh
[5] QS. Al-Baqarah 2: 39
[6] Tafsir Singkat Ahmadiyah Indonesia, QS. Al-Baqarah 2: 39
[7] HR. Al Baihaqi
Views: 30
