BERSYUKUR: WUJUD TERIMA KASIH KEPADA SANG PENCIPTA
Kita sering menikmati hidup, tetapi jarang berhenti sejenak untuk menyadari dari mana semua kenikmatan itu berasal.
Bangun tidur dalam keadaan sehat dan dapat menghirup udara segar adalah nikmat yang luar biasa. Menikmati keindahan alam bersama keluarga yang harmonis, memiliki kondisi finansial yang mapan, serta meraih berbagai pencapaian dalam hidup merupakan dambaan setiap insan.
Namun, semua itu tidak akan hadir dengan sendirinya tanpa campur tangan Allah Ta’ala. Segala nikmat tersebut ada semata-mata karena rahmat dan karunia-Nya. Sebagai seorang yang beriman, sudah sepatutnya kita senantiasa untuk berterima kasih dan bersyukur kepada Allah Ta’ala atas segala yang telah diberikan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Abu Hurairah, Allah Ta’ala berfirman:
“Wahai anak Adam, selama engkau mengingat-Ku, berarti engkau mensyukuri-Ku; dan apabila engkau melupakan-Ku, berarti engkau telah mendurhakai-Ku.”
Hadis ini menegaskan pentingnya menghubungkan hati kepada Sang Pemberi Nikmat dengan cara senantiasa mengingat Allah Ta’ala. Lalai dari mengingat-Nya merupakan bentuk ketidaksyukuran.
Untuk menjadi hamba yang bersyukur, seseorang harus senantiasa mengingat kebaikan Allah dalam hati dan pikirannya, baik ketika duduk maupun berdiri. Ia juga hendaknya membiasakan dirinya untuk berdzikir setiap saat.
Menzahirkan puji-pujian kepada Allah Ta’ala tidak cukup hanya dengan lisan. Seorang mukmin sejati menzahirkannya dengan segenap perasaan dan seluruh gerak-geriknya, serta berusaha menjadi hamba yang merendahkan diri di hadapan-Nya. Rasa rendah hati itu akan tumbuh ketika ia meyakini bahwa semua nikmat dan karunia bersumber dari Allah Ta’ala. Di dalam hatinya tertanam kecintaan kepada Allah, dan segala nikmat yang diterima digunakan sesuai dengan ajaran agama-Nya.
Apabila jasmani sehat wal afiat, ia bersyukur dengan meningkatkan ibadah dan pengabdian di jalan agama. Jika Allah menganugerahkan kehidupan yang berkecukupan, ia membelanjakan hartanya di jalan Allah tanpa kesombongan atau ketakaburan. Ketika seorang mukmin menggunakan anugerah Allah baik berupa kemahiran, kemampuan, harta, maupun keturunan, sesuai dengan tuntunan agama, maka hal itu merupakan wujud syukur kepada-Nya.
Setiap orang hendaknya menyadari bahwa rasa terima kasih atau syukur hanya akan bermakna jika niat dan tujuannya semata-mata untuk meraih ridha dan kedekatan dengan Allah Ta’ala. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan transformasi diri yang tulus dengan meneladani sosok Nabi Muhammad saw., suri teladan kita yang mulia.
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Nabi saw. biasa menghitung segala berkah (karunia) Allah pada hari itu sebelum beliau tidur di malam hari. Beliau bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya, memuji Allah yang telah melimpahkan kebaikan dan rahmat-Nya, serta menganugerahkan berbagai karunia dalam kehidupan beliau.
Kedua kaki beliau yang mulia bahkan membengkak karena lamanya bermunajat kepada Allah Ta’ala. Ketika ditanya mengapa beliau bersusah payah menanggung beban ibadah tersebut, beliau menjawab:
“Tidakkah sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya?”
Nabi saw. tidak hanya bersyukur atas nikmat duniawi, tetapi juga atas perlindungan dari berbagai kesulitan dan cobaan. Beliau bersyukur bahkan dalam hal-hal yang tampak sederhana. Kita pun dianjurkan untuk meneladani beliau dan menerapkan standar rasa syukur tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri; tetapi barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak membutuhkan apapun) lagi Maha Terpuji.”
(QS. An-Naml: 40)
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa bersyukur, tidak hanya dengan lisan, tetapi juga dengan hati dan perbuatan. Aamiin.
Referensi
(1) Kitab Suci Al-Qur’an dengan Terjemah dan Tafsir Singkat, Neratja Press, 2023.
(2) HR Thabrani
(3) Bersyukur, https://ahmadiyah.id/khotbah/bersyukur
(4) Upaya Menjadi Orang Bersyukur kepada Allah SWT, https://ahmadiyah.id/khotbah/upaya-menjadi-orang-bersyukur-kepada-allah-swt
Views: 23
