Ketaatan Membuka Jalan Kebahagian Dan Ketenangan Jiwa

Seorang teman muslim saya pernah mengatakan bahwa, “Aku memang belum berhijab, tapi aku lebih baik dari mereka yang telah mengenakan hijab tapi tidak sesuai dengan apa yang Allah Ta’ala inginkan.”

 

Penyataan ini membuat saya tertegun sejenak dan berfikir kembali akan sebuah kenyataan yang terpampang jelas di zaman ini. Dimana mereka yang mengaku muslim tapi tidak mengindahkan apa yang telah Allah Swt perintahkan kepada mereka.

 

Berlindung dengan keyakinan yang menurut mereka benar tapi menyampingkan aturan yang semestinya harus ia taati. Padahal setiap aturan pasti ada maksud didalamnya. Begitu juga dengan perintah yang telah Allah Ta’ala tetapkan untuk umatnya pastilah akan ada kebaikan mengiri setiap hamba yang mau menaatinya.

 

Sebagaimana tertera dalam Al-Quran

“Taatlah kepada Allah dan Rasul ini supaya kamu dikasihi.”

(Qs. Ali ‘Imran:133)

 

Dari ayat di atas Allah Ta’ala telah menjanjikan kasih sayang bagi mereka yang mau mentaati setiap perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya.

 

Dalam Al-Quran terdapat lebih dari 100 perintah dan larangan yang Allah Ta’ala tetapkan untuk setiap hambaNya. Namun hanya sedikit dari mereka yang mau benar-benar tulus menjalankannya dengan ikhlas hati. Padahal jika hal ini ditaati dengan semestinya, Allah Ta’ala telah menjanjikan surga yang indah untuk setiap hamba-Nya.

 

“Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke kebun-kebun yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; tetapi barangsiapa berpaling Dia akan mengazabnya dengan azab yang pedih.”

(Qs. Al-Fath:18)

 

 

Dilain waktu salah seorang teman saya yang baru belajar mengenal islam dan mulai mengenakan hijab mengatakan bahwa, setelah ia mulai istiqamah mengenakan hijab ia merasakan ketenangan juga kedamaian dalam jiwanya yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

 

Dia juga mengatakan bahwa, dia merasakan ketentraman yang begitu dalam, dan seolah seseorang yang sedang kehausan dia mulai menggali lebih dalam lagi tentang apa yang ia yakini.

 

Inilah salah satu contoh nyata bahwa jika sebuah perintah dijalani atas dasar ketaatan dan ketulusan demi meraih ridho Allah Ta’ala maka akan lahir sebuah kebahagiaan dan kedamaian dalam diri.

 

Namun, jika sebuah perintah tidak ditaati malah justru disanggah dengan berbagai macam alasan yang dibuat sendiri, maka hal ini akan semakin menjauhkan diri dari kasih sayang Allah Ta’ala.

 

Hadhrat Masih Mau’ud as pernah bersabda bahwa;

 

“Ketaatan yang diterapkan dengan ketulusan melahirkan cahaya di dalam hati serta kebahagiaan dan kelezatan di dalam jiwa.”

 

Beliau as juga bersabda:

“Jika ketaatan itu dilakukan dengan tulus, maka hati akan memperoleh sinar sedangkan jiwa akan mendapatkan kebahagiaan serta cahaya.”

 

Views: 11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *