LAPANGKAN HATI UNTUK MEMBALAS KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN

Dalam kehidupan sehari-hari, pastilah kita selalu melakukan kebaikan, namun ada saja orang-orang yang tidak suka kepada kita, berbuat zalim, melakukan hal-hal buruk, baik berupa hinaan, cacian, dan semacamnya dengan semena-mena memanfaatkan kebaikan kita.

Semua orang mungkin punya alasan untuk melakukan keburukan/ kejahatan kepada kita. Entah itu karena ketidak sukaan kepada kita yang berbeda pendapat atau keyakinan atau hal lainnya. Yang membuat miris adalah masih banyak diantara kita yang mendendam dan justru memilih untuk membalas kejahatan itu dengan kejahatan juga.

Menengok sejarah dahulu, manusia yang paling paripurna, Rasulullah saw yang berfitrat sangat baik, namun menjadi sasaran dari penganiayaan, dizalmi dikutuk, dihina dengan kata-kata keji dan kotor dan diperlakukan buruk secara keterlaluan.

Namun apa yang diperbuat oleh pemilik akhlak luhur itu berkebalikan dari semua perlakuan mereka tersebut. Dengan penuh kesabaran beliau malah berdoa untuk mereka, beliau memperlihatkan contoh ‘afw (sifat pemaafan) serta terus melakukan kebaikan-kebaikan terhadap orang-orang yang telah berbuat jahat kepadanya.

Kita patut meneladani akhlak beliau saw yang begitu mulia.
Seperti kata-kata mutiara berikut ini:
Jadilah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan. Dilempar buahnya dengan batu, tapi tetap dibalas dengan buah.
(Hadhrat Abu Bakar Ash-Shiddiq ra).

Semoga kita senantiasa memiliki kelapangan hati dan menahan diri untuk tidak membalas kembali keburukan atau kejahatan, dan memaafkan serta membalas semua keburukan dengan berbuat baik dan memberikan faedah kepada orang yang telah menzalimi kita.

Hits: 9

Liana S. Syam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *