PERNIKAHAN ADALAH IBADAH YANG PANJANG

Jika setiap pasangan menilai pernikahan adalah ibadah maka sudah pasti pernikahan itu akan terasa nikmat untuk dijalani. Bayangkan saja, semua yang kita lakukan untuk membahagiakan pasangan kita bernilai pahala di hadapan Allah Ta’ala. 

Akan tetapi pernikahan tidaklah mudah untuk dijalani karena menggabungkan dua kepala di dalam satu atap. Mulai dari pemikiran yang berbeda, sifat yang berbeda dan masih banyak lagi perbedaan yang ada di setiap pasangan. 

Salah satu contohnya adalah perbedaan cara pandang kita mengenai waktu misalnya. Ketika melihat waktu sudah hampir jam tujuh pagi, istri berkata, “Ayo, anak-anak! Cepat, udah hampir jam tujuh!” 

Suami berkata, “Sabar, baru juga jam enam lewat.” Dari hal itu tidak ada yang salah memang, hanya berbeda cara pandang saja mengenai jam.

Perbedaan dari segi cara pandang inilah yang sering kita jumpai yang mewarnai hari-hari kehidupan rumah tangga kita. 

Kemudian terdapat lagi perbedaan dalam urusan pengasuhan anak contohnya ketika anak berbelanja bersama ibu di supermarket anak hanya boleh memilih makanan sesuai ketentuan sang ibu, yaitu susu, roti, biskuit, dan buah-buahan, sedangkan jika si anak berbelanja bersama ayahnya anak-anak diberikan kebebasan dalam memilih sesukanya makanan yang mereka inginkan yaitu coklat, permen, dan ice cream.

Jika kita menanggapi perbedaan itu dengan emosi maka akan terjadi ketidak-harmonisan dalam rumah tangga kita. Tapi ketika kita menilai perbedaan itu sebagai bentuk sayang maka perbedaan itu akan menjadi indah dan menjadi salah satu hal yang menambah keharmonisan rumah tangga kita. Dari hal itu kita belajar dan terus menyesuaikan kebiasaan memandang sesuatu dengan cara pandang yang berbeda.

Menikah sudah menjadi sunah yang begitu dianjurkan bagi setiap manusia untuk menyempurnakan imannya. 

Seperti yang sudah tertulis dalam QS. An-Nisa ayat kedua, “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kamu yang menciptakanmu dari satu jiwa dan dari jenis-nya, Dia menciptakan pasangannya, serta memperkembangbiakkan dari keduanya banyak laki-laki dan perempuan; dan takutlah kepada Allah, yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan takutlah pada-Nya mengenai hubungan kekerabatan. Sesungguhnya Allah senantiasa mengawasimu.”

Pernikahan adalah ibadah yang panjang karena butuh keikhlasan dalam menerima semua kelemahan dan kekurangan pasangan kita. Butuh perjuangan dalam menerima semua perbedaan baik dari segi waktu, pikiran, dan lain sebagainya. Butuh kesabaran dalam hal mendengarkan ataupun didengarkan. 

Semua ini akan terus menerus kita butuhkan selama kita menjalin ikatan pernikahan. Karena itu dalam mencari pasangan hidup, harus diawali dengan niat yang baik dan tak lupa perbanyak doa kepada Allah Ta’ala agar diberikan pasangan yang seiman, senantiasa saling mengisi, saling mengerti, saling berbagi, dan saling melengkapi kelemahan dan kekurangan masing-masing. Karena tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. 

Ibadah dalam pernikahan tidak hanya membutuhkan waktu satu atau dua jam saja melainkan seumur hidup kita. Jadi mari kita perindah ibadah dalam pernikahan kita sehingga pernikahan yang kita jalani diberkahi oleh Allah dan menjadi keluarga yang selalu dalam lindungan Allah Taala.

.

.

.

Editor: Lisa Aviatun Nahar

 

 

 

Hits: 43

Sri Ayu Mukhlisah

2 thoughts on “PERNIKAHAN ADALAH IBADAH YANG PANJANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *