Memberi Makna Pada Kehidupan
Apa yang terlintas di dalam benak Anda saat Anda terbangun di pagi hari? Apakah Anda merasa bersyukur karena kedua mata Anda masih bisa terbuka lagi ataukah Anda segera menarik napas panjang karena Anda menyadari bahwa kehidupan yang Anda jalani sering kali tidak berjalan mulus seperti yang Anda harapkan? Kehidupan dunia memang sering kali membuat kita merasa lelah, mencari nafkah atau mencari pengakuan dari manusia lainnya tak jarang membuat kita menjadi lemah dan lengah. Meski begitu, perasaan yang tidak menyenangkan itu perlahan-lahan dapat terobati apabila kita mampu untuk memberi makna pada setiap kehidupan kita.
Saat ini, kita hidup di sebuah tempat bernama dunia di mana dunia adalah sebuah tempat yang menampilkan keindahan dan kehidupan yang terlihat menjanjikan, padahal dunia yang kita tinggali ini tak ubahnya hanya sebuah fatamorgana. Melihat orang-orang sibuk dalam mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, saling membanggakan diri dan membanggakan anak-anak serta keturunannya sering kali memunculkan sebuah pertanyaan di dalam benak kita “apa yang sudah kita raih dalam kehidupan ini?” lalu tanpa sadar kita pun mulai membanding-bandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain.
Apalagi di era gempuran media sosial pada saat ini, dalam hitungan detik saja kita bisa langsung menilai bahwa kita adalah orang yang gagal atau sebaliknya hanya karena melihat sebuah unggahan yang orang bagikan di media sosial meskipun kita sendiri tidak tahu pasti seperti apa kebenarannya, padahal dengan tegas Allah SWT berfirman “Ketahuilah, bahwasanya kehidupan dunia ini hanyalah permainan, pengisi waktu, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu dan bersaing dalam banyaknya harta dan anak. Kehidupan ini seperti hujan, tanaman-tanamannya mengagumkan para penanamnya, kemudian tanaman itu mengering dan engkau melihatnya menjadi kuning lalu menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab yang sangat keras, ampunan, dan keridhaan dari Allah. Dan kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara yang menipu.”
Allah SWT senantiasa mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia ini hanya kesenangan sementara yang menipu karena kehidupan yang sesungguhnya adalah di akhirat, untuk itu agar kehidupan dunia ini tidak membuat kita lemah dan lalai maka kita harus memberi makna pada setiap kehidupan kita. Memberi makna pada hidup artinya kita tahu apa tujuan kita hidup di dunia ini dan kita merasa tenang dalam menjalaninya, misalnya pada saat kita terbangun di pagi hari jangan lupa untuk senantiasa memanjatkan doa dan bersyukur bahwa Allah SWT masih memberi kesempatan kepada kita untuk menjalani kehidupan ini, tak melulu soal harta benda namun memiliki hati yang tidak pernah mati dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT juga adalah suatu kenikmatan yang patut kita syukuri.
Kemudian lebih peka terhadap hal-hal yang kecil karena kenikmatan dan rezeki yang Allah SWT berikan kepada kita tidak hanya berupa harta benda saja, melainkan juga kesehatan jasmani dan rohani, keluarga yang harmonis, hati yang selalu merasa cukup dan lapang. Salah satu contoh kecil yang sering terlupakan misalnya saat kita masih bisa menyeruput secangkir kopi atau teh di pagi hari, menikmati sinar mentari di pagi hari sebelum beraktivitas adalah hal sederhana yang mungkin tidak semua orang bisa lakukan, dan masih banyak lagi.
Saat kita mampu memberi makna pada setiap perkataan dan perbuatan yang kita lakukan di setiap harinya, maka kita sudah sampai pada jantung kehidupan yakni dapat memahami makna atau arti hidup yang sebenarnya, bahwa dunia ini sebenarnya hanya pengisi waktu, maka nikmatilah rasa senang dan rasa susah yang kita hadapi, bahkan dikala kita terjatuh, bangkitlah kembali karena akan selalu ada hikmah atau pelajaran yang dapat dipetik dibalik setiap kejadian entah itu hal yang baik atau hal yang buruk.
Views: 5
