MENYESAL TAK PERNAH DI AWAL

“Aku tidak pernah sekalipun menyesali diamku. Tetapi aku berkali-kali menyesali bicaraku”. (Hadhrat Umar bin Khattab ra)

Apa gerangan yang menyebabkan Khalifah Umar bin Khattab ra mengatakan hal demikian?

Dalam Surah Thaha ayat 1-8, menjadi saksi penyesalan terbesar seorang Umar bin Khattab dan penyesalan ini pula yang menjadi titik balik kehidupan seorang yang gagah tangguh berjuluk Singa Padang Pasir.

”Thaha. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi, (yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah,. Yang bersemayam di atas Arasy. Kepunyaan-Nyalah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya, dan semua yang di bawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia yang lebih tersembunyi. Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai Al-asma-ul husna (nama-nama yang baik)”.

Inilah bunyi ayat Al-Qur’an yang menyebabkan seorang Umar bin Khattab, gemetar dan menitikkan air mata.

Padahal sesaat sebelumnya, beliau tengah dalam perjalanan yang diniatkan untuk membunuh Rasulullah SAW. Namun saat dalam perjalanan itu, takdir Allah Ta’ala mempertemukannya dengan seseorang yang memberitahu Umar bahwa adik kandungnya Fatimah binti Khattab dan suaminya telah memeluk Islam.

Pedang yang sejatinya terhunus untuk membunuh Rasulullah SAW, serta merta dilupakan oleh beliau dan segera bergegas menuju rumah adiknya untuk membuktikan kebenaran berita tersebut.

Kemarahan tak terkira memenuhi seluruh nadi Umar bin Khattab, ketika kebenaran itu nyata adanya. Namun kuasa Allah Ta’ala, saat Umar membaca ayat-ayat Al-Qur’an tersebut, hatinya jatuh luluh dalam keimanan, dan menyatakan masuk Islam.

Sangat mudah bagi Allah Ta’ala untuk membolak-balikkan hati seseorang menuju keimanan, bahkan seorang yang hatinya diliputi kebencian tak terkira.

 

Hits: 206

Ai Yuliansah

1 thought on “MENYESAL TAK PERNAH DI AWAL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *