WASPADAI ADA MUSUH TERSEMBUNYI DALAM DIRI

Dalam diri setiap insan tidak lepas dari yang namanya nafsu. Segala bentuk keinginan yang ingin dicapai atau segala hal yang melekat dalam hati identik dengan nafsu.

Tidak ada seorang hamba Allah Ta’ala yang luput dari memiliki hawa nafsu. Nafsu menjadi musuh paling berat dan berbahaya karena yang dihadapi adalah diri sendiri. Ia menyelinap ke dalam diri hamba yang lalai, lalu memunculkan perilaku-perilaku tercela, seperti riya atau pamer, iri dengki, meremehkan orang lain, dusta, khianat, marah, berkata kasar dan sebagainya.

Nafsu pada hakikatnya tak terhindarkan. Pilihannya hnya dua, apakah kita mampu menguasai nafsu atau justru dikuasai oleh nafsu. Dua pilihan ini pula yang akan menentukan apakah kita akan memperoleh kebahagiaan atau tidak.

Namun demikian nafsu memiliki kecendrungan untuk menyimpang. Karena itu dalam ajaran Islam kita dianjurkan untuk bisa mengendalikan hawa nafsu. Kita harus mampu memegang kuasa penuh atas segala godaan hawa nafsu yang menjerumuskan.

Usaha mengendalikan hawa nafsu ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Karakter nafsu yang tak nampak dan kerap kali membawa efek kenikmatan sehingga menjadikannya musuh yang paling sulit untuk diperangi.

Rasulullah Saw sangat piawai memperingatkan manusia bahwa lawan rohani mereka bukanlah musuh yang memakai senjata tajam, tetapi hawa nafsu yang melekat di dalam diri. (Jalaluddin Rumi)

Sepulang dari perang badar, Nabi Saw bersabda, “Kalian semua pulang dari sebuah pertempuran kecil dan bakal menghadapi pertempuran yang lebih besar. Lalu ditanyakan kepada Rasulullah Saw, ‘Apakah pertempuran akbar itu, wahai Rasulullah?’ Rasul menjawab, ‘jihad (memerangi) hawa nafsu’.”

Apa yang disabdakan oleh Rasulullah Saw adalah sesuatu yang harus diwaspadai. Memerangi musuh di medan pertempuran bisa saja dilakukan karena terlihat dengan nyata. Namun memerangi diri sendiri itulah yang sangat sulit. Nafsu yang sudah melekat itu tidak bisa dibuang seperti membunuh musuh yang nampak nyata di hadapan mata.

Untuk bisa mengendalikan hawa nafsu yang menjadi musuh terberat kita adalah dengan mengikuti segala perintah Allah Ta’ala dan meneladani yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Ketaatan seutuhnya terhadap perintah Allah Ta’ala akan menjadikan kita takut melakukan pelanggaran-pelanggaran yang menjurus pada mengikuti keinginan-keinginan buruk dari hawa nafsu kita.

Hits: 244

Rauhun Thayibah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *