MURAQABAH KUNCI UTAMA MENJAGA IBADAH
Tenaga kesehatan tak bisa menjanjikan bahwa penyakit kita akan hilang dengan obat. Seorang guru besar pun tak mampu menjamin mahasiswanya langsung mendapat pekerjaan setelah wisuda.
Tapi Allah berjanji, akan memperbaiki hidup setiap hamba yang memperbaiki dan menjaga ibadahnya.
Kutipan ini seringkali kita dapati di berbagai platform, untaian kalimat yang mengingatkan kita akan keutamaan menjaga ibadah untuk meraih kebaikan bagi yang konsisten melakukannya demi memenuhi perintah dari Allah Ta’ala yang mana dengan amal ibadah itu jugalah sejatinya seorang hamba telah mempersiapkan sumber keselamatan dan ketentraman bagi dirinya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Dan barangsiapa yang beramal shalih maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan).” (Q.S. Ar-Rûm [30]: 44).
Namun, sebagai manusia yang lemah, tak jarang pula niat hati tergelincir, sehingga ritual ibadah hanya dilakukan saat banyak mata yang memandang, merasa bangga dengan pujian, sehingga kala kesendirian menyapa, ghairat mendekat pada wujud Allah Ta’ala meredup perlahan.
Muraqabah merupakan kunci menjaga nilai-nilai ibadah. Kewaspadaan yang kuat terhadap pengawasan Allah dan mengetahui bahwa Allah mengawasi hati dan amalan para hamba, serta mengetahui mereka di mana pun berada. Orang yang sadar bahwa Allah melihat-Nya di manapun berada, mengetahui dirinya secara lahir dan batin, mengetahui yang tersembunyi maupun yang nampak, dan ia mengingat hal itu saat menyendiri, maka ia akan tetap konsisten dalam menjalankan ibadah dan terjaga hatinya untuk meninggalkan maksiat dalam ketersembunyiannya.
Ibnu Arabi berkata: “Orang yang paling merugi, ialah yang menunjukkan amal-amal shalihnya kepada manusia dan menunjukkan keburukannya kepada Allah yang lebih dekat kepadanya dari urat lehernya” [1]
Salah satu upaya menjaga diri agar senantiasa sadar bahwa seorang hamba berada dalam pengawasan Allah Ta’ala, Rasulullah SAW, mengajarkan pada kita satu do’a yang selalu beliau baca,
أَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِى الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
Aku memohon rasa takut kepada-Mu dalam keadaan sembunyi maupun nampak.[2]
Dari untaian do’a singkat ini, seorang hamba dianjurkan selalu memohon pertolongan Allah agar hatinya dibimbing untuk senantiasa takut kepada Allah dalam keadaan tersembunyi maupun nampak, secara lahir dan batin. Karena kebanyakan orang bersemangat dalam ibadah dan merasa takut kepada Allah hanya dalam keadaan terlihat saja. Seseorang berupaya maksimal dalam ibadah dan menjauh dari dosa serta maksiat saat berada di hadapan dan dilihat orang lain. Tetapi jika ia menyendiri dan terlepas dari pandangan manusia, ia mulai tergoda oleh kemalasan dan melepaskan tali kekang nafsunya, merangkul dosa dan memeluk kemungkaran.
Padahal yang paling utama adalah kemampuan diri untuk menjaga rasa takut kepada Allah saat tersembunyi dari pandangan manusia, dan Allah telah memuji orang yang takut kepada-Nya dalam kondisi demikian. Sebagaimana Allah berfirman:
Dan dekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) Orang yang takut kepada Rabb Yang Maha Pemurah dalam keadaan tersembunyi dan dia datang dengan hati yang bertobat. Masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan Kami memiliki tambahannya. [Qaf/50: 31-35].
Karena itu awasilah diri setiap saat, ketika sedang berada dalam kesendirian jangan katakan aku sendiri, tetapi katakan ada Allah yang senantiasa mengawasi diri ini. Karena terkadang dengan kesendirian Allah mengajarkan kepada manusia, bahwa Allahlah sebaik-baik tempat bercerita dan berkeluh kesah dan kejujuran serta keikhlasan dalam amal ibadah akan teruji saat kita berdiri sendiri di hadapan Allah Ta’ala.
Referensi:
1. Syu’abul-Iman lil-Baihaqi, 5/368 no. 6987
2. HR Ahmad, 18351 dan dishahîhkan Syaikh al-Albâni.
* Jami’ul-‘Ulum wal-Hikam, 1/162-163
Views: 30
