WASIAT YANG HIDUP SEPANJANG MASA
Di tengah kesibukan sebagai istri, ibu, atau perempuan yang menjalani banyak peran, perlu kita bertanya, ‘untuk apa sebenarnya kita hidup di dunia ini?’
Sesungguhnya Allah SWT. menciptakan manusia untuk suatu tujuan yang mulia, yaitu untuk beribadah kepada-Nya. Allah SWT. Berfirman dalam surah Adz-Dzariyat 51: 56 yang artinya:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”
Dari ayat ini Allah SWT. Menuntut dua perkara dari kita sebagai hamba-Nya: Beribadah kepada Allah SWT. Sesuai syariat. Tidak menyekutukan Allah SWT.
Artinya seorang mukmin harus menjadi hamba Allah SWT. Selama hayatnya. Status sebagai hamba Allah SWT. Tidak boleh lepas darinya walaupun sesaat, itulah status tertinggi yang dimiliki manusia yaitu menjadi hamba-Nya yang sejati. Allah SWT. Telah menyematkan gelar ini kepada Hadhrat Nabi Muhammad saw.
Waktu terus berjalan, usia kita terus bertambah, lalu apakah kita sudah mengisi waktu kita dengan baik dan beriman kepada Allah SWT.?
Sungguh merugi orang yang tidak mengisi hari-harinya untuk beribadah kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadits Abu Hurairah berkata:
“Kekasih (yaitu Rasulullah saw.) mewasiatkan kepadaku tiga nasihat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] Berpuasa tiga hari setiap bulannya. [2] Mengerjakan shalat Dhuha. [3] Mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” [*]
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad aba. Sering mengingatkan seluruh anggota Muslim Ahmadiyah di seluruh dunia dalam setiap khutbahnya, agar senantiasa berpegang teguh pada tali Allah SWT., meningkatkan ibadah kita bukan hanya shalat wajib akan tetapi ibadah sunnah juga harus dilaksanakan di jalan Allah SWT. Agar memperoleh hari akhir yang baik.
Referensi:
[*] HR. Bukhari, no. 1178
Views: 23
