WAKTU TAK PERNAH KEMBALI: PERBANYAK AMAL SALEH SEBELUM PENYESALAN TIBA

Detik demi detik terus bergerak maju. Tak pernah bisa kembali.

 

Waktu sangat berharga, terutama di masa muda, bagi mereka yang berambisi mengubah dunia. Mereka sibuk mengejar cita-cita dan mengumpulkan kekayaan. Atau sekadar mengisi waktu dengan kesenangan seperti *scroll* media sosial tanpa ujung. Akibatnya? Panggilan ibadah tepat waktu dan kesempatan beramal saleh terus ditunda.

 

Alasannya klasik:

“Tanggung menyelesaikan pekerjaan.”

“Tanggung nonton film atau pertandingan, sedang seru.”

 

Tak dipungkiri, rutinitas harian menyita waktu. Tanpa kita sadari, waktu bertambah tapi umur berkurang. Setelah sekian lama, waktu pun berlalu. Lalu bertanyalah: Amal apa yang telah kita perbuat untuk akhirat kelak?

 

Apakah kita menunggu sampai tua baru melaksanakannya? Padahal ajal tak pernah memberi peringatan. Jika kita terus menunda, bisa jadi kita tidak akan sampai di masa tua.

 

Ibnu Mas’ud sahabat Nabi Saw. mengungkapkan penyesalan yang mendalam:

 

“Waktu yang kusesali adalah ketika pagi hingga matahari terbenam, amalku tidak bertambah sedikit pun. Padahal aku tahu saat ini umurku berkurang.”

 

Inilah kesadaran seorang mukmin, setiap detik kehidupan adalah investasi akhirat. Menjalani waktu tanpa amal adalah kerugian yang nyata.

 

Perkataan Ibnu Mas’ud itu sesuai dengan firman Allah Ta’ala:

 

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)

 

Lalu mengapa manusia lalai? Karena terpedaya gemerlap dunia:

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS. At-Takatsur: 1-2)

Kesibukan mengumpulkan harta dan bermegah-megahan inilah yang membuat manusia lalai. Waktu berlalu tanpa amal saleh.

 

Ingatlah, setiap detik yang berlalu takkan pernah kembali.

Sungguh merugi jika waktu kita habis tanpa bekal untuk akhirat.

 

Maka manfaatkan sisa usia sebaik-baiknya. Perbanyak amal saleh. Sebelum penyesalan datang dan tidak lagi berguna.

 

 

 

 

Views: 21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *