Berhati-hatilah dengan Sifat Sombong
Tahukah mengapa iblis enggan tunduk beserta malaikat untuk mengkhidmati Nabi Adam as.? Jawabannya pasti sudah tahu. Tak lain adalah kesombongan, merasa dirinya lebih baik karena diciptakan dari api sedangkan Adam dari tanah liat. Percakapan yang terjadi antara Allah dengan iblis yang mempertanyakan ketidakpatuhannya pada perintah Allah jelas tercatat dalam Al-Qur’an. Kisah iblis yang tidak taat saat Allah memerintahkan untuk tunduk beserta malaikat salah satunya ada dalam surah Al-A’raf 7: 12-14.
Hadhrat Masih Mau’ud as. bersabda:
“Kesombongan dan keangkuhan timbul dari amarah. Kadang-kadang amarah itu sendiri merupakan hasil dari kesombongan serta keangkuhan. Sebab amarah tersebut timbul tatkala seorang seorang manusia menganggap dirinya lebih tinggi dari yang lain.” [1]
Allah telah memberikan segala potensi kepada manusia dengan tujuan agar manusia memanfaatkannya bagi perkembangan rohaninya, sehingga dapat sesuai dengan tujuan-Nya, yaitu beribadah. Sebagaimana yang disabdakan oleh Hadhrat Masih Mau’ud as.:
“Seberapa banyak kekuatan/potensi yang telah dianugerahkan oleh Tuhan, kesemuanya itu diberikan bukan untuk disia-siakan. Menciptakan keseimbangan pada kekuatan-kekuatan itu serta menggunakannya pada jalan yang benar adalah merupakan pertumbuhan/perkembangan daripada kekuatan-kekuatan itu sendiri.” [2]
Ketika dalam diri manusia terdapat sifat sombong, angkuh, merasa diri lebih dari yang lain maka akan mulai dijangkiti penyakit tidak taat. Ketidaktaatan yang didasari oleh kesombongan adalah sifat menolak kebenaran atau aturan karena merasa diri lebih hebat, pintar atau benar. Sifat ini membuat seseorang enggan menerima teguran, suka membela diri dan berujung pada kejatuhan atau kehancuran.
Semua anugerah yang diberikan Allah pada dasarnya adalah untuk pengkhidmatan bukan untuk kesombongan yang berakhir pada ketidaktaatan. Hadhrat Khalifatul Masih Al Khamis aba. dalam khutbahnya tanggal 31 Agustus 2007, bersabda:
“Kesombonganlah yang membuat seseorang menjadi tidak taat.”
Kini alangkah baiknya bila kita mengambil momentum untuk membebaskan diri dari sifat sombong agar bisa patuh taat pada perintah Allah. Berusaha menjadi manusia yang senantiasa memperbaiki diri agar Tuhan selalu peduli pada kita. Sebagaimana yang dituliskan oleh Hadhrat Masih Mau’ud as.:
“Kalian juga harus ingat, bahwa jika kalian termasuk ke dalam orang-orang yang tulus dalam pandangan Tuhan, tak seorangpun dapat menyakiti kalian. Tetapi apabila kalian tidak berubah menjadi lebih baik dan kalian tidak berjanji dengan teguh untuk patuh kepada Tuhan, Dia tidak akan peduli pada kalian.” [3]
Akhirnya semoga kita bisa terus memperbaiki diri agar terbebas dari sifat sombong dengan terus menanamkan keyakinan bahwa hidup kita ada yang terus mengawasi, sehingga kita terus terpacu untuk memperbaiki moral. Bersesuaian dengan sabda Hadhrat Masih Mau’ud as. berikut ini:
“Itulah sebabnya moral dapat terus diperbaiki hanya dengan beriman pada wujud yang mengawasi manusia kapan saja dan dimana saja serta mengetahui rahasia-rahasia di dalam hatinya, karena saleh yang sebenar-benarnya adalah dia yang bagian dalam dan luar hatinya tidak berselisih satu sama lain. Siapa yang seperti itu adalah bagaikan malaikat di muka bumi.” [4]
Referensi:
[1] Malfuzat, jld. I, hal. 35
[2] Malfuzat, jld. I, hal. 36
[3] Malfuzat, Vol. I, hal. 25
[4] Malfuzat, Vol. I, hal. 301
Views: 17
