KETIKA DOA TANPA IKHTIAR MENJADI SEBUAH DOSA

Doa menjadi salah satu cara termudah yang dapat dilakukan oleh seorang hamba demi mencapai segala keinginannya. Namun, tidak hanya doa yang perlu dipanjatkan, harus ada upaya atau ikhtiar yang perlu dilakukan untuk mempercepat terwujudnya segala keinginan.

 

Doa dan ikhtiar bagaikan sepasang sepatu, meski keduanya tidak sama persis setiap sisinya namun tiap langkahnya harus berjalan seirama demi mencapai tujuan akhir yang sama. Begitupun dengan doa dan ikhtiar atau upaya. Keduanya merupakan elemen yang tidak bisa dipisahkan.

 

Pepatah Arab mengatakan, Ad-du’a bilaa ‘amalin ka rami bi laa wathar, doa tanpa ikhtiar seperti busur tanpa panah. Artinya, berdoa tanpa usaha merupakan hal yang sia-sia karena tidak akan ada hasilnya.

 

Ikhtiar adalah bentuk nyata untuk mewujudkan segala keinginan, sedangkan doa adalah permohonan restu kepada Allah SWT. agar usaha tersebut diberi kemudahan dan hasil terbaik. Inilah indahnya Islam. Islam mengajarkan akan keseimbangan hidup antara usaha manusia dan ketergantungan pada takdir serta kasih sayang Allah SWT.

 

Sebagaimana yang telah diajarkan Hadhrat Rasulullah saw. dalam sebuah hadits.

 

“Jika kamu meminta sesuatu, maka mintalah kepada Allah, dan jika kamu membutuhkan sesuatu, maka berusahalah.” [1]

 

Namun sayangnya, ada saja manusia-manusia yang tidak berpikir akan pentingnya dua hal ini. Seolah jika ia menjalankan salah satunya maka ia akan mendapatkan keduanya. Padahal hal ini malah mengundang dosa dan amarah Allah SWT.

 

Pada zaman dahulu, ada seorang ahli ibadah yang hidup di sebuah desa. Suatu ketika, terjadi badai besar dan banjir bandang yang melanda daerah tersebut.

 

Penduduk desa bergegas mengungsi untuk menyelamatkan diri, tetapi pria itu tetap duduk di dalam rumahnya sambil berdoa, “Ya Tuhan, selamatkan lah aku dari bencana ini.”

 

Tak lama kemudian, sebuah perahu penyelamat datang melintas di depan jendela rumahnya. Tim penyelamat berteriak, “Cepat naiklah ke perahu, airnya sudah semakin tinggi!”

 

Namun, pria itu menolak dan berkata, “Tidak perlu. Aku telah berdoa kepada Tuhan, Dia pasti akan menyelamatkanku.”

 

Air terus naik hingga ia harus naik ke atap rumah. Datanglah sebuah helikopter yang menurunkan tali untuk mengangkatnya. Sang pilot berseru, “Pegang talinya, kami akan menarik mu!”

 

Tetapi pria itu tetap bergeming dan menjawab, “Aku percaya Tuhan akan menyelamatkanku, pergilah!”

 

Akhirnya, air menenggelamkan rumah tersebut dan pria itu pun meninggal. Sesampainya di akhirat, pria itu bertanya kepada malaikat, “Mengapa Tuhan membiarkanku tenggelam padahal aku telah berdoa dengan sungguh-sungguh meminta pertolongan-Nya?”

 

Mendengar hal itu, Tuhan menjawab melalui malaikat-Nya, “Aku telah menjawab doamu dan mengirimkan bantuan kepadamu. Pertama Aku mengirimkan perahu, dan yang kedua Aku mengirimkan helikopter. Tetapi engkaulah yang menolak bantuan itu dan memilih hanya berdiam diri saja.”

 

Kisah menarik sekaligus menjadi tamparan keras yang dapat menyadarkan kita akan pentingnya doa dan upaya atau ikhtiar. Ikhtiar tanpa doa yang didapat hanya ketimpangan belaka, sedangkan doa tanpa upaya maka mengundang dosa. Karena seolah kita sedang menguji sang Maha Kuasa, padahal kita hanya makhluk lemah dihadapan-Nya yang membutuhkan belas Kasih-Nya.

 

Hal yang sama telah dijelaskan oleh pendiri jamaah Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. beliau bersabda:

 

“Seseorang yang hanya berdoa dan tidak melakukan tadbir/upaya, berarti orang itu melakukan dosa dan menguji Allah Ta’ala.” [2]

 

Semoga kita menjadi bagian dari hamba-hamba-Nya yang selalu menjalankan perintahnya dengan selalu berdoa dan berusaha memenuhi keinginan-Nya. Aamiin.

 

Referensi:

[1] HR. Bukhari dan Muslim.

[2] Malfuzat

 

Views: 39

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *