PANDUAN MELEWATI UJIAN HIDUP: PERCAYA PADA RENCANA ALLAH
Seorang konten kreator yang berasal dari kota Aceh, bernama A. Mustafa, rutin membagikan postingan tentang bencana alam di tanah air dan juga berbagai kegiatan kemanusiaan di media sosial.
Salah satu postingannya memperlihatkan kejadian saat terjadi bencana banjir bandang di Tamiang, Aceh pada akhir tahun 2025, diperlihatkannya keteguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana. Seperti kita ketahui bahwa banyak warga yang rumahnya hancur dan tidak ada harta benda yang tersisa, sehingga mereka harus tinggal di tenda pengungsian serta hidup dalam kekurangan. Namun, saat relawan membagikan sandang pangan dari hasil donasi, hampir semua masyarakat Aceh termasuk anak-anak meminta satu hal yang sama pada para relawan, yaitu kitab suci Al-Qur’an.
Dari peristiwa tersebut kita bisa melihat bagaimana warga Aceh tetap mengutamakan keimanan daripada harta benda. Keadaan yang sulit tidak mematahkan semangat beribadah. Mereka yakin Allah akan selalu memberikan pertolongan dan jalan keluar. Sikap istiqamah lebih diutamakan daripada selalu memikirkan kesulitan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istiqamah adalah sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen. Dalam konteks yang lebih luas, istilah ini sering dikaitkan dengan ketetapan hati untuk terus-menerus dan konsisten melakukan kebaikan di jalan Allah SWT. meskipun menghadapi rintangan. [1]
Sikap inilah yang patut diteladani dan diterapkan oleh semua umat. Sebagai orang beriman kita wajib meyakini bahwa segala sesuatu tidak mungkin terjadi tanpa izin Allah. Berbagai ujian dalam kehidupan di dunia didatangkan Allah sebagai wujud kasih sayang-Nya. Allah tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Sebagai Muslim yang taat, ketika menjalani kehidupan dalam keadaan apapun kita hadapi dengan penuh kesabaran disertai keyakinan bahwa Allah adalah sebaik-baik perencana. Istiqomah dalam beribadah akan mendatangkan pertolongan Allah Ta’ala.
Hadhrat Rasulullah saw. bersabda bahwa ada tiga orang yang disukai oleh Allah ‘Azza wa Jalla yaitu: “Seseorang yang keluar untuk berperang di jalan Ilahi, menjadi Mujahid dengan pahala yang kadarnya ditentukan oleh Allah Ta’ala sendiri kemudian ia terbunuh oleh musuh. Dan kalian juga mengetahui dari Kitab Allah ‘Azza wa Jalla bahwa Allah Ta’ala menyukai orang-orang yang senantiasa menepati segala janjinya. Serta seseorang yang tetap tersenyum ketika ditimpa kesulitan dan menghadapi kesulitan tersebut dengan kesabaran, bahkan tidak hanya berhenti sampai di sini maka Allah Ta’ala akan mencukupinya dalam hidup maupun matinya. Demikian juga seseorang yang ketika berada dalam perjalanan bersama kaumnya tidak mengantuk dan tidak tidur serta terjaga pada sebagian malam yang terakhir, seseorang itu juga selalu menjaga wudhunya dan mendirikan salat.”
Kemudian ada satu riwayat lagi. Sa’ad bin Abi Waqqash ra. meriwayatkan bahwa Nabi Karim saw. bersabda: “Keadaan orang Mukmin sangat mengagumkanku. Apabila ia mendapat sesuatu kemudahan dalam urusannya dan memperoleh suatu hal yang menggembirakan hatinya maka ia memuji Allah Ta’ala dan sangat bersyukur kepada-Nya. Sedangkan apabila ia mendapatkan musibah maka ia mengharapkan kebaikan atasnya dan bersabar atas itu semua.” [2]
Dengan demikian, kasih sayang Allah Ta’ala senantiasa menyertai hamba-Nya yang selalu teguh beribadah dan yakin akan pertolongan-Nya. Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya hanyut dalam penderitaan dan kesulitan, selama kita dalam keadaan istiqomah dan tawakal. Sebagaimana yang disampaikan Hadhrat Masih Mau’ud as.:
“Tidak ada kesulitan yang dapat menjadi sulit, dan tidak ada musibah yang dapat menjadi musibah, apabila seseorang menerapkan sikap istiqomah dan sabar, serta bertawakal dan bertumpu sepenuhnya pada Allah Ta’ala.” [3]
Referensi:
[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia
[2] https://ahmadiyah.id/khotbah/kesabaran-dan-keteguhan-hati-pada-setiap-kesulitan-dalam-kehidupan-sehari-hari+?amp
[3] Malfuzat
Views: 20
