CIRI PENGHUNI SURGA: MEMILIKI HATI SEPERTI BURUNG
Salah satu harapan yang hampir pasti diinginkan oleh umat Islam di seluruh dunia adalah menjadi ahli surga. Berbagai amal shaleh dilakukan dengan harapan kelak dapat menjadi salah satu penghuni surga.
Terkadang untuk menjadi seorang ahli surga tidak harus memiliki amalan yang sangat luar biasa. Bisa jadi amalan sederhana yang dikerjakan dengan tulus karena Allah Ta’ala, justru yang membuat amalan itu mengantarkan diri ke surga. Salah satu ciri hati penghuni surga adalah memiliki hati seperti burung.
Lalu kenapa Allah mengumpamakan dengan burung?
Hal tersebut dijelaskan dalam hadist Hadhrat Rasulullah SAW. Bahwa:
“Orang-orang yang hatinya seperti hati burung akan masuk surga.” [1]
Menurut Imam An-Nawawi, ulama memaknai hati seperti burung ini dalam tiga perkara yaitu:
1. Hati penghuni surga itu lembut seperti burung
Hal ini diibaratkan dengan sifat burung yang begitu lembut, yang terlihat dari tingkah laku mereka. Seperti cara mereka terbang dengan lembut, mendarat tidak kasar, lalu hinggap di dedaunan tanpa merusak tumbuhan yang dihinggapinya, lalu saat burung mencari makan ia tidak serakah.
Maksudnya, seseorang yang berhati lembut itu mereka tidak pernah berbuat kerusakan di lingkungan mereka tinggal, yang kehadirannya sangat disenangi, hanya mengambil hak yang mereka butuhkan, dan terutama saling berbagi dengan sesama. Sebagaimana Hadhrat Rasulullah SAW. Bersabda:
“Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam setiap urusan.” [2]
2. Hatinya senantiasa takut kepada Allah SWT.
Seorang yang beribadah kepada Allah dengan rasa cinta, takut, dan harap adalah ciri dari orang yang bertauhid. Rasa takut dan harap kepada Allah itu seperti dua sayap burung, seorang mukmin harus bisa menyeimbangkan antara keduanya. Rasa takut kepada Allah akan menjadi perisai baginya dari kemaksiatan, sedangkan rasa harap adalah bentuk penghambaannya kepada Allah dalam menggapai cintanya. Oleh karena itu, seorang hamba jangan pernah meninggalkan tiga amalan hati ini dalam beramal.
3. Memiliki hati yang penuh dengan rasa tawakal dalam mencari rezeki
Allah menjadikan burung sebagai perumpamaan untuk manusia belajar, salah satunya sikap tawakal yang dimilikinya. Allah Ta’ala berfirman:
“Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah? tidak ada yang menahannya selain Allah. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.” [3]
Ayat di atas memberikan dua pembelajaran bagi manusia, ikhtiar yang terbaik dan bersandar kepada Allah.
Sesuai dengan firman Allah Ta’ala tersebut, Hadhrat Rasulullah SAW.Juga bersabda:
“Seandainya kalian betul-betul bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” [4]
Dua poin ini dapat dilihat dari sikap burung dalam mencari rezeki, ia memulai produktivitas hariannya sejak pagi hari sampai sebelum magrib, dan pada malam harinya ia fokus bermuamalah dengan keluarganya dan bertasbih kepada Allah.
Burung tidak pernah takut dan khawatir merasa kurang, sebab burung yakin rezekinya di hari esok sudah dijamin Allah. Tugasnya hanya memaksimalkan potensi yang dimilikinya tanpa mengkhayalkan jenis makanan apa yang akan didapatkannya di hari esok.
Inilah tiga sikap hati yang bisa kita contoh dari burung: berlemah lembut, merasa takut kepada Allah, dan bertawakal. Semoga Allah memberikan hati tersebut sehingga kita bisa melakukan pengembaraan untuk mencapai cakrawala surga tertinggi.
Referensi :
[1] HR. Muslim no. 2840
[2] HR. Bukhari
[3] QS. An-Nahal, 16: 80
[4] HR. Ahmad (1/30), Tirmidzi no. 2344, Ibnu Majah no. 4164
Views: 17
