KEKUATAN DOA YANG AMAT DAHSYAT

Namaku Marsilah. Aku ingin berbagi pengalaman yang begitu menakjubkan. Aku tidak pernah menyangka Tuhan akan demikian baiknya kepada diriku dan keluargaku. Seolah-olah Dia cuma melihat seberapa kuat keinginan kita untuk memperjuangkan-Nya dari segala keinginan-keingin selain diri-Nya.

Covid-19 membuat suamiku di-PHK. Ia mencoba untuk berjualan tapi tak begitu membantu. Lalu ia beralih menjadi driver ojek online “ojol”, tapi hasilnya membuat pilu.

Kami diliputi kebingunan. Bingung mau bayar candah. Bingung mau bayar cicilan. Jangankan untuk menyetok makanan, untuk makan hari ini pun bingung.

Senin itu. Setelah selesai melaksanakan shalat tarawih di rumah. Aku dan suami terlibat obrolan soal pelunasan Perjanjian Tahrik Jadid sekeluarga. Hasrat ingin melunasinya di bulan suci Ramadhan tahun ini sangat tinggi, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tapi tahun ini. Kami tidak dalam kelapangan rezeki. Bahkan tahun pandemi ini paceklik ekonomi begitu menghimpit.

Hasil dari perundingan bersama suami didapatlah sebuah solusi. Yakni, pasrah dan banyak-banyak berdoa agar Allah Ta’ala menurunkan rezeki kepada kami untuk melunasinya. Cuma itu. Segala upaya sudah ditempuh tapi tak ada hasil.

Dua hari setelah pembicaraan itu. Aku mendapatkan mimpi. Ada seseorang yang bertanya kepadaku:

“Apa kamu punya perjanjian?”

“Iya, punya.”

“Lunasi!”

“Mau Bayar pake apa? Saya tidak punya uang!”

Setelahnya, hanya terdengar suara ini, “Lunasi!”

Aku terbangun dengan perasaan yang bercampur aduk. Saat itu jam setengah tiga pagi. Akhirnya, aku memutuskan untuk bangun mendirikan shalat tahajjud sebelum menyiapkan sahur.

Lantas aku ceritakan perihal mimpi itu kepada suami. Ia tak banyak merespon. Hanya memberikan nasehat, banyak-banyak berdoa saja.

Suami berencana mau mengambil sejumlah uang dalam bentuk non-tunai di ATM hasil rezeki narik ojek online. Disinilah hal yang tak terduga-duga terjadi. Yang membuat merindung suami, sekaligus ingin segera merebahkan diri di hadapan Singgasana-Nya.

Suami lantas pulang ke rumah. Dengan rona muka bercahaya. Dengan senyum yang menggantung di bibirnya, seolah-olah baru ketiban durian runtuh. Ia menyapaku sambil menyodorkan sejumlah uang kepadaku.

“Segera lunasi Tahrik Jadid,” kata suami sambil menyodorkan uang.

“Uang dari mana?” tentu aku kaget dan reflek menanyakan ini. Karena aku tahu, niat awal pergi ke ATM cuma mau mengambil uang sejumlah 50 ribu, hasil narik kemarin.

Tapi, yang diberikan suami hampir dua puluh kali lipat dari jumlah yang seharusnya ia ambil. Akupun makin ingin tahu, kok bisa ada uang sejumlah itu?

Suami sendiri tak tahu. Saat mengecek saldo ATM rupanya jumlahnya lumayan banyak. Tanpa pikir panjang diambillah semua.

Suami mengatakan, lunasi saja perjanjian, masalah nanti ada yang menghubungi urusan belakangan.

Aku merenung sesaat. Apakah ini penzahiran mimpiku semalam? Saat aku menjawab aku tak punya uang, suara yang entah datang dari wujud apa itu, terus saja menyuruh untuk, “Lunasi!”

Inikah jalan pertolongan yang telah Allah manifestasikan kepadaku? Aku tidak tahu. Tapi serasa ini mustahil. Kalau bukan pekerjaan-Nya tidak mungkin ini terjadi.

Aku jadi tersadar bahwa kekuatan doa begitu dahsyatnya. Dapat mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin.


Hits: 560

2 thoughts on “KEKUATAN DOA YANG AMAT DAHSYAT

  1. Subhanallah…
    Pertolongan selalu datang bagi hamba yang lurus pada niat dan tujuannya, yaitu berkorban.
    Sering saya mengalami hal aneh juga. Kebiasaan saya menulis buku kas rumah tangga, antara penerimaan dan pengeluaran selalu tidak balance.
    Di akhir bulan saya tutup buku kas, dan total pengeluaran selalu lebih banyak dari pendapatan. Tapi dari mana sumber uangnya? Sampe saya hitung berulang kali tetap tak masuk akal. Maka saya tak pernah catat lagi, hahaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories