KETAKWAAN PRASYARAT DITERIMANYA DOA

Sering kali yang membuat kita lelah bukan beratnya pekerjaan, melainkan cara kita menghadapi kesulitan. Saat jalan terasa buntu dan tugas seakan tak selesai, di situlah Allah mengingatkan bahwa pertolongan-Nya paling dekat bagi mereka yang tetap mendekat, baik di waktu lapang maupun saat terhimpit keadaan.

 

Berdasarkan khutbah Jumat yang disampaikan akhir-akhir ini oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V aba. yang sering menekankan pentingnya meneladani kehidupan suci Yang Mulia Nabi Muhammad saw. terutama dalam hal ibadah, pengorbanan dan kecintaan kepada Allah SWT. Meskipun hasil pencarian tidak secara eksplisit menyebutkan satu daftar baku berisi “3 amalan khusus yang tidak ditinggalkan sampai mati”.

 

Khutbah-khutbah beliau menyoroti prinsip-prinsip utama yang konsisten dilakukan Hadhrat Rasulullah saw. sepanjang hidupnya hingga akhir hayat yaitu, shalat Tahajud dan ibadah di waktu malam, beliau senantiasa menjaga shalat malam hingga kakinya bengkak sebagai wujud kecintaan dan kerendahan hati yang mutlak kepada Allah.

 

Hadhrat Rasulullah saw. menunjukkan bahwa seluruh kehidupan, ibadah dan pengorbanannya semata-mata untuk Allah. [1]

 

Tidak sedikit pun untuk kepentingan diri sendiri atau duniawi. Istighfar dan kedekatan dengan Allah (zikir).

 

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad aba. juga sering menekankan pentingnya menjaga shalat lima waktu berjamaah, membaca Al-Qur’an dan berdoa yang merupakan amalan sehari-hari serta tidak pernah ditinggalkan oleh beliau.

Pentingnya sholat dan doa jika kita ingin meraih ridha Allah sering ditekankan, intinya kita harus mengikuti contoh Yang Mulia Nabi Muhammad saw. dalam sholat dan doa.

 

Beliau juga menyoroti bahwa Hadhrat Rasulullah saw. mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia, bahkan dalam pengorbanan di medan perang, beliau selalu merendahkan diri dan berdoa kepada Allah. Salah satu hadist dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menyebutkan bahwa beliau saw. bersabda:

 

“Kekasihku yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepadaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: (1) Berpuasa tiga hari setiap bulannya (2) Mengerjakan shalat dhuha (3) Mengerjakan shalat witir sebelum tidur.”

 

Tiga amalan di atas memiliki makna yang sangat luar biasa:

 

1. Puasa 3 hari tiap bulan

 

Biasanya dilakukan di tanggal 13, 14, 15 bulan hijriah yang disebut Ayyamul Bidh karena malamnya terang bulan. Rasulullah bersabda, “Puasa tiga hari setiap bulan seperti puasa setahun penuh”. Jadi amalan ringan tapi pahalanya besar.

 

2. Salat Duha

 

Shalat sunnah yang dikerjakan setelah matahari naik sampai sebelum zuhur, minimal 2 rakaat. Sabda Hadhrat Rasulullah saw., shalat Dhuha bisa menggantikan sedekah untuk 360 persendian tubuh kita. Sekalian jadi pembuka rezeki dan ketenangan hati di pagi hari.

 

3. Shalat Witir sebelum tidur

 

Witir artinya ganjil, minimal 1 rakaat. Hadhrat Rasulullah saw. mewasiatkan ini kepada Hadhrat Abu Hurairah ra. karena beliau khawatir tidak bangun malam untuk tahajud. Jadi witir dikerjakan dulu sebelum tidur sebagai “penutup” shalat malam. Kalau kamu yakin bisa bangun, boleh diakhirkan setelah tahajud.

 

Kenapa Hadhrat Abu Hurairah ra. diwasiati 3 hal ini?

 

Para ulama menjelaskan karena Hadhrat Abu Hurairah ra. sibuk menghafal hadits di siang dan malam hari, 3 amalan ini ringan, tidak mengganggu aktivitasnya tapi konsisten pahalanya besar dan menjaga hubungan dengan Allah sepanjang hari. Pagi dengan dhuha, sebulan dengan puasa, malam ditutup dengan witir.

 

Ini termasuk kisah pengabulan “doa” dalam bentuk wasiat. Hadhrat Abu Hurairah ra. minta nasihat yang bisa terus dia amalkan, lalu Hadhrat Rasulullah saw. menasehatkan 3 amalan yang beliau pegang sampai wafat. Konsisten itu kuncinya. Semua yang dilakukan oleh Hadhrat Abu Hurairah Hurairah ra. memenuhi prasyarat diterimanya doa beliau, sebagaimana salah satu sabda Hadhrat Khalifatul Masih V aba:

 

“Ketakwaan merupakan prasyarat yang diperlukan untuk diterimanya doa.” [2]

 

Referensi:

[1] QS. Al-An’am 6: 163

[2] Hadhrat Khalifatul Masih V aba.

 

Views: 16

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *