SABAR DI TENGAH GEMPURAN MEDIA SOSIAL

Apa yang terlintas dalam benak kita saat mendengar kata media sosial? Apakah kita langsung teringat Facebook, X (dulu Twitter), Instagram, atau TikTok? Pasti kita sudah tidak asing lagi dengan nama-nama platform tersebut, bukan?

 

Saat ini kita hidup di era digital. Teknologi, informasi, dan komunikasi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. Akses internet yang cepat dan hampir tanpa batas memudahkan kita untuk saling berkomunikasi serta bertukar informasi dengan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

 

Media sosial menjadi salah satu jembatan yang menghubungkan proses komunikasi dan pertukaran informasi tanpa mengenal jarak dan waktu. Melalui media sosial, kita bisa melihat bagaimana orang-orang berlomba-lomba menunjukkan keahlian, pencapaian, kekuasaan, atau memamerkan barang-barang mewah dan gaya hidup glamor (flexing). Ada juga yang hanya menunjukkan keluh kesahnya. Tak jarang kita hanya bisa menggelengkan kepala atau menghela nafas sambil berkata, “Sabar…” saat melihat apa yang dibagikan orang di media sosial.

 

Media sosial seolah-olah menunjukkan bahwa hal-hal tersebut adalah tujuan utama hidup manusia. Padahal, kemajuan, kekuasaan, kemegahan duniawi, dan hidup dalam kemewahan bukanlah tujuan penciptaan kita. Allah Ta’ala berfirman:

 

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat: 57)

 

Karena itu, di era gempuran media sosial saat ini, kita harus bersikap sabar. Mengapa? Karena media sosial membuat sesuatu yang tidak kita inginkan dan sesuatu yang sangat kita inginkan tampak sangat jelas di depan mata. Kita harus sabar menghadapi keduanya. Seperti yang dikatakan Ali bin Abi Thalib, “Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kita inginkan, dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kita inginkan.”

 

Saat kita melihat dan mendengar berita bahwa Amerika Serikat dan Israel menggunakan kekuasaannya untuk menyerang Palestina, Iran, dan Lebanon yang bisa memicu perang dunia ketiga. Di media sosial, kita melihat bagaimana mereka menyalahgunakan karunia Allah Ta’ala untuk merebut hak orang lain secara brutal. Padahal, kita menginginkan perdamaian dan hidup berdampingan. Namun, orang-orang yang diliputi keserakahan justru menginginkan peperangan.

 

Saat kita melihat pemimpin negara kita menghambur-hamburkan uang pajak untuk program yang tidak efektif dan efisien. Padahal, sebagian besar masyarakat masih bergelut dengan rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan, rusaknya jalan dan jembatan, serta sulitnya mendapatkan pekerjaan di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok.

 

Allah Ta’ala berfirman:

 

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang mendapat rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)

 

Saat kita melihat di media sosial bagaimana orang memamerkan kecantikan wajah, ketenaran, atau kemewahan, lalu kita merasa sangat menginginkan hidup seperti mereka. Di sinilah kita harus menahan diri. Allah Ta’ala berfirman:

 

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya: 35)

 

Bersikap sabar di era gempuran media sosial sangat penting, karena apa pun keburukan maupun kebaikan yang kita hadapi adalah cobaan dari Allah Ta’ala. Ingatlah, sabar bukan berarti berdiam diri tidak berbuat apa-apa. Sabar adalah berdoa sambil berusaha dalam menghadapi sesuatu yang tidak kita inginkan, serta menahan diri dari sesuatu yang kita inginkan.

 

 

 

Referensi:

Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V (atba), Media Sosial (Khotbah-khotbah pilihan) hal. 2-3, 2023.

 

 

Views: 20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *