Selamat Jalan Bapak Nurhalim, Sang Dai Handal

Innalillahi wa innailaihi rojiun. Uwak (paman) saya yang tercinta telah menghadap Sang Penciptanya. Selamat jalan, Uwak, semoga diampuni segala dosa dan diterima segala amal ibadahnya dan ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah swt. Aamiin Yaa Robbal ‘aalamin

Almarhum adalah kakak kandung dari ibu saya yang sudah saya anggap ayah sendiri. Beliau adalah sosok yang sederhana dan lembu, di balik kekurangan dan kelebihan almarhum sebagai manusia biasa.

Almarhum adalah salah satu aset Jemaat yang berharga. Bersama tim tabligh yang diketuainya, sudah puluhan—mungkin bahkan ratusan—mubayyin baru  telah bergabung ke dalam Jemaat Ahmadiyah.

Pada saat-saat kritis, almarhum selalu mengigau tentang tabligh. Seolah-olah beliau sedang bertabligh dan hendak membaiatkan mubayyin baru. Masya Allah. Almarhum adalah seorang dai handal yang atas izin Allah SWT diberkahi keahlian dalam bertabligh.

Almarhum merupakan lulusan sekolah dasar, akan tetapi beliau sangat cerdas dan menguasai ilmu pertablighan dan kristologi. Dalam 2 tahun terakhir ini pun beliau mendapat tugas dari Pusat untuk memberikan mata kuliah di bidang pertablighan kepada para lulusan Jamiah yang hendak memulai tugas di lapangan.

Almarhum merupakan sosok yang lembut, penyayang dan penyabar. Suami saya pun, ketika di Manislor, selalu menyempatkan bersilaturrahmi kepada beliau, bertukar pikiran dan berbincang mengenai masalah pertablighan. 

Almarhum juga peduli sekali kepada keluarga mubaligh. Terutama pada keluarga kecil kami di saat keluarga kami mengalami ujian dan cobaan. Almarhum selalu memberikan semangat, motivasi, dan nasihat kepada kami.

“Walau kita tidak dihargai, diacuhkan atau bahkan rendah di mata manusia, insyaAllah kalau kita memang berada di jalan yang benar, Allah SWT akan memuliakan kita. Karena kita berkhidmat untuk Allah SWT semata, bukan karena ingin dipuji atau takut kepada manusia. Ikhlas, sabar, terus berdoa kepada Allah SWT, insya Allah akan dimudahkan segalanya.”

Sebagaimana janji Allah Ta’ala, “Bukankah Allah cukup  bagi hamba-hamba-Nya.” Semoga akan banyak lagi bermunculan dai-dai handal seperti beliau, bahkan jauh lebih baik lagi, yang diberkahi Allah SWT dengan kemampuan mumpuni dalam bertabligh. Demi menjadi perwujudan janji Allah Ta’ala kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. yang berbunyi, “Aku akan sampaikan tabligh engkau ke seluruh pelosok dunia.”

.

.

Editor: Lisa Aviatun Nahar

Hits: 666

Marfuatunnisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories