TAHAJUD: KUNCI SUKSES DUNIA-AKHIRAT

Sahuuur…sahuur….sahuuur…..!

Demikian teriakan 5 orang anak ABG memecah keheningan malam di dua hari ini. Aku langsung bangun dan lihat jam menunjukan pukul 2.30 WITA.

Aku bergegas mengambil air wudhu dan segera mendirikan shalat tahajud terlebih dahulu. Sebelum kuhangatkan masakan yang telah kupersiapkan semalam. Kali ini aku menyiapkan menu daging burung manis pedas. Cocok untuk dinikmati lidah di kala santap sahur.

Suasana malam memang luar biasa. Ada suasana tenang dan damai yang tiba-tiba merasuk. Pikiran jadi jernih. Jiwa mendadak lapang. Setelah berlalunya bunyi tetabuhan yang dimainkan oleh anak-anak tadi. Semakin menjauh langkahnya semakin terasa kesyahduan malam itu. Biarlah kuanggap saja tadi malaikat membangunkanku lebih awal karena terkagetkan suara bedug yang bertalu-talu.

Bangun malam bukan cuma susah bahkan sangat berat. Sebab itu berarti harus berjuang melawan kantuk di saat yang lain sedang pulas menikmati tidur lelapnya. Berat karena harus bangkit menanggalkan selimut dan bantal saat orang lain justru menariknya agar lebih hangat lagi. Tapi kalau kita sudah terbiasa InsyaAllah bangun malam akan terasa ringan.

Ibadah di malam hari memang betul terasa nikmat. Kita dapat bermunajat kepada Sang Khaliq melalui doa-doa dengan penuh rintihan di saat shalat tahajud.

Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan shalat ini. Tentu beliau memiliki alasan khusus mengapa tidak pernah melewatkan shalat ini. Bahkan dalam beberapa riwayat dikisahkan, kaki beliau sampai bengkak, padahal jaminan tentang sorga dan pengampunan sudah didapat.

Rupanya, setelah diamalkan dan direnungkan lebih dalam, shalat tahajud merupakan kunci kesuksesan dunia-akhirat.

Sebagaimana halnya fungsi kunci sebagai pembuka sesuatu. Maka kunci yang bernama “shalat tahajud” inipun dapat membuka banyak hal.

Ada banyak pekerjaan bisa terselesaikan di waktu tersebut. Namun lebih utama tentu saja, itulah saat yang paling asyik untuk beribadah dan bermunajat kepada sang Pencipta.

Firman Allah, “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji,” (Al-Isra [17]: 79).

Dengan melaksanakan tahajud berarti kita berusaha memposisikan diri menjadi hamba yang dicintai oleh Allah SWT. Sehingga apa yang kita harapkan akan dipenuhi-Nya. Begitu pula apa yang kita hawatirkan akan dijauhkan-Nya. Tentu saja ini berlaku di dunia maupun di akhirat.
Sama seperti halnya sepasang kekasih yang saling cinta dan setia terhadap pasangannya. Apa yang diinginkan pasangannya dia akan penuhi dan apa yang tidak disukai pasangannya pasti akan dihindarkannya.

Senada dengan ayat tersebut hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam : “Wahai manusia, tebarkan salam, berilah makan, sambunglah tali silaturahmi dan shalatlah di malam hari saat manusia tertidur, niscaya kalian akan masuk ke dalam Surga dengan selamat.” (Riwayat at-Tirmidzi).

Tahajud juga dapat memberikan rasa aman. Dari Ibnu Mas’ud menuturkan, Rasulullah saw bersabda:

أَلاَ إِنَّ اللهَ يَضْحَكُ إِلَى رَجُلَيْنِ: رَجُلٌ قَـامَ فِيْ لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ مِنْ فِرَاشِهِ وَلِحَافِهِ وَدِثَارِهِ، فَتَوَضَّأَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ، فَيَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لِمَلاَئِكَتِهِ: مَا حَمَلَ عَـبْدِيْ هَذَا عَلَى مَا صَنَعَ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: رَبُّنَا رَجَاءً مَا عِنْدَكَ وَشَفَقَةً مِمَّا عِنْدَكَ، فَيَقُوْلُ: فَإِنِّي قَدْ أَعْطَيْتُهُ مَا رَجَا وَأَمَّنْتُهُ مِمَّا يُخَافُ.

Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang, yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu dan melakukan shalat (tahajud). Allah berfirman kepada para Malaikat-Nya, ‘Apa yang mendorong hamba-Ku melakukan ini?’ Mereka menjawab, ‘Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu dan takut dari apa yang ada di sisi-Mu pula.’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan”. (HR Ahmad)

Jelaslah dari beberapa keterangan di atas memberikan gambaran betapa shalat tahajud ini merupakan kunci kesuksesan dunia dan akhirat. Dengan bangun lebih awal maka semua pekerjaan akan terselesaikan dengan cepat. Tidak menumpuk pekerjaan. Hingga kita dapat lebih menikmati waktu dengan longgar tanpa diburu-buru. Tugas kantor, rumah tangga, sekolah dan sebagainya dapat diselesaikan tepat waktu.

Begitu juga hubungannya dengan akhirat, melalui tahajud kita dapat lebih dekat dengan Allah Ta’ala, dapat berdoa dengan khusyu, dapat mempertajam insting kebaikan, dan meraskan ketenangan batin yang mengarah kepada kemuliaan. Seperti yang dikatakan Ibnu Abbas, “Kemuliaan seseorang terletak pada sholatnya pada malam hari dan sikapnya menjauhi apa yang ada pada tangan orang lain.

Aisyah isteri Nabi, pernah memberikan nasihat, “Janganlah kalian meninggalkan shalat malam, karena Rasulullah saw tidak pernah meninggalkannya. Jika beliau sakit atau lelah, beliau shalat dalam keadaan duduk.

Hits: 513

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories