Ujian sebagai Tanda Cinta-Nya: Meraih Berkah Melalui Kesabaran
Pernahkan anda merasa dalam kehidupan berada di titik terendah, sehingga rasanya ingin berhenti saja?
Setiap badai pasti berlalu dan menyisakan pelajaran dan setiap malam yang gelap selalu berujung pada fajar. Menyerah pada keadaan ibarat mematikan pelita sebelum malam berlalu, padahal di ujung sana selalu ada jalan bagi mereka yang berani melangkah.
Sebuah kalimat metafora di atas bermakna sebagai motivasi kepada seseorang yang sedang mengalami kesulitan dan ujian dalam hidup untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan dengan jalan buntu dan mudah berputus asa, karena di setiap kesulitan pasti ada jalan keluar.
Di dalam Ajaran Islam sikap tidak mudah menyerah dan berputus asa adalah prinsip keimanan yang sangat mendasar, umat Muslim diwajibkan untuk terus berusaha (ikhtiar), bersabar, optimis serta dilarang berputus asa terhadap rahmat dan pertolongan Allah SWT. dalam menghadapi setiap ujian.
Sikap tidak mudah menyerah akan membentuk seorang Muslim untuk selalu bangkit dari kegagalan dan menjadikan setiap musibah sebagai pelajaran serta meyakini bahwa Allah SWT. adalah yang terbaik.
Allah SWT pun telah telah berjanji seperti dalam firman-Nya yang tertuang di dalam Al-Qur’an:
“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila di timpakan musibah mereka mengucapkan ‘Inna Lillahi wa Inna Ilaihi rojiun’ mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” [1]
Dengan demikian surat Al-Baqarah ayat 156-158 menegaskan bahwa kesabaran yang dilandasi iman tidak hanya mengantarkan seorang Mukmin melewati ujian hidup, tetapi juga mendatangkan ampunan, rahmat dan petunjuk dari Allah SWT. Inilah puncak balasan bagi hamba-hamba yang mampu menjadikan musibah sebagai jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya. [2]
Tujuan utama dari ujian tersebut adalah untuk menampakan kualitas iman manusia melalui cobaan dan akan terlihat siapa yang mampu bersabar dan tetap berpegang pada ketakwaan, dan siapa yang mudah goyah ketika menghadapi kesulitan. Ujian Allah terkadang hadir dalam bentuk kesenangan dan terkadang dalam bentuk kesulitan, seperti rasa takut dan kelaparan.
Namun semua cobaan dan ujian tersebut berada dalam kerangka kehendak Allah yang penuh hikmah.
Dan balasan Allah SWT. yang diberikan kepada orang-orang yang mampu bersabar dalam menghadapi musibah adalah ditunjukkan dengan keteguhan iman melalui sikap pasrah dan ridha terhadap ketentuan Allah. Atas kesabaran tersebut, Allah SWT. menjanjikan diberikan rahmat serta kedudukan sebagai orang-orang yang mendapatkan petunjuk.
Hal ini sejalan dengan sabda dari Hadhrat Rasulullah saw. dalam sebuah hadits:
“Ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran kelapangan bersama kesempitan dan kesulitan bersama kemudahan.” [3]
Makna dari kalimat tersebut dapat dibagi menjadi 3 prinsip utama dalam kehidupan diantaranya:
(1) Kemenangan bersama kesabaran
Tercapainya sebuah tujuan atau kesuksesan seseorang harus konsisten menahan diri dari keluh kesah dan tetap teguh dalam ketaatan saat menghadapi ujian, tidaklah seorang hamba diberikan sebuah ujian dengan kadar di luar batas kemampuannya.
(2) Kelapangan bersama kesempitan
Saat kita merasa terjebak dalam masalah berat, ketahuilah bahwa jalan keluar selalu ada dan akan diberikan oleh Allah SWT. pada waktu yang tepat.
(3) Kesulitan bersama kemudahan
Prinsip ini menegaskan kepastian janji Tuhan dimana setiap kali ada masa sulit, Allah SWT. selalu menyertainya dengan berbagai kemudahan untuk meringankan beban tersebut.
Melalui hadits di atas umat Islam di berikan semangat dan penguatan agar tidak mudah berputus asa, melainkan harus terus berusaha dengan sabar dan tetap berprasangka baik bahwa masa-masa sulit hanyalah proses menuju kebahagiaan yang besar.
Putus asa (mudah menyerah) adalah perasaan yang manusiawi, namun dalam perspektif Islam kita senantiasa diajarkan untuk tidak kehilangan harapan dengan mengandalkan iman, berdoa dan berusaha. Kita dapat mengatasi setiap kesulitan, karena Allah SWT. selalu bersama hamba-Nya yang beriman dan bersabar serta senantiasa memberikan jalan keluar bagi setiap masalah.
Mari kita tingkatkan keimanan dan optimis dalam menghadapi ujian hidup, karena ujian hidup bukan sekedar peristiwa yang melukai, melainkan panggilan iman yang mematangkan jiwa. Di sanalah kesabaran dibentuk, ketundukan diperdalam dan Rahmat Allah SWT. mengalir bagi mereka yang mampu menjadikan musibah sebagai jalan menuju petunjuk-Nya.
Referensi:
[1] QS Al-Baqarah: 156-158
[2] https://mahadalydarul ulum.ac.id
[3] HR. Tirmidzi
Views: 21
