SAAT BINGUNG, KE MANA KITA MENCARI JAWABAN
Pernahkah kita merasa bingung? Coba ingat, apa yang pertama kali kita lakukan? Apakah langsung membuka media sosial, mencari di internet, bertanya di grup WhatsApp, atau membaca komentar orang lain? Kadang, tanpa sadar kita lebih percaya pada video berdurasi satu menit daripada duduk sejenak untuk menenangkan pikiran.
Kita hidup di zaman yang serba mudah, informasi melimpah ruah. Tapi anehnya, kita justru sering kehilangan arah. Semua orang bisa memberi pendapat, semua platform menawarkan jawaban, tetapi tidak semuanya bisa memberi ketenangan.
Lalu, ke mana kita mencari saat hati mulai lelah? Saat rumah tangga terasa berat, pekerjaan menumpuk, anak-anak mulai rewel, ekonomi sulit, pertemanan terasa hambar, atau saat hidup terasa terlalu cepat dan kita seperti tertinggal. Kita mencari jawaban ke mana-mana, namun sering kali kita lupa pada satu sumber yang memang diturunkan khusus untuk membimbing manusia, yaitu Al-Qur’an.
Allah Ta’ala sendiri telah menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah “Petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)”
(QS. Al-Baqarah [2]: 185)
Bahkan, Al-Qur’an disebut sebagai “Keterangan yang jelas untuk semua manusia, petunjuk, dan pelajaran.”
(QS. Ali ‘Imran [3]: 138).
Al-Qur’an hadir untuk menjawab kebingungan kita.
Banyak orang yang sudah merasakan hal yang sama. Saat gelisah melanda, mereka membuka Al-Qur’an, mendengar tilawah, lalu membaca satu ayat beserta artinya. Dan tiba-tiba, rasanya seperti sedang diajak bicara secara langsung. Di sinilah perkataan Imam Al-Ghazali terasa begitu nyata. Beliau mengatakan bahwa,
“Al-Qur’an itu seperti utusan yang hidup. Kamu bertanya, ia menjawab. Kamu mendengarkan, ia memberimu kepuasan.”
Kalimat ini bukan sekadar kata-kata indah, karena masalah manusia dari zaman dulu sampai sekarang ternyata tidak banyak berubah. Kita semua pernah takut, pernah sedih, pernah kehilangan arah, pernah kecewa, ingin dipahami, dan mencari tempat untuk kembali. Allah berjanji bahwa ketenangan itu nyata, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d [13]: 28).
Dan mengingat Allah tidak ada yang lebih utama selain membaca dan merenungkan firman-Nya.
Al-Qur’an hadir untuk semua itu. Ia bukan hanya untuk dibaca saat Ramadan, bukan hanya untuk dibacakan saat tahlilan, dan bukan hanya saat kita sedang ada masalah besar. Al-Qur’an hadir untuk menemani keseharian kita, di tengah kesibukan, di tengah kebisingan dunia, dan di tengah distraksi yang tak ada habisnya.
Lalu, bagaimana cara memulainya? Tidak harus dengan target besar. Cukup dari hal-hal kecil, seperti membaca beberapa ayat sebelum tidur daripada malah scrolling ponsel sampai larut malam. Atau setelah selesai membaca satu halaman, kita bisa membuka terjemahannya untuk memahami maknanya. Saat di perjalanan atau sedang mengerjakan pekerjaan rumah, kita bisa memutar murottal sebagai pengiring. Dan setelah membacanya, kita bisa bertanya pada diri sendiri, apa yang sedang Allah ingatkan lewat ayat ini. Sering kali Al-Qur’an terasa jauh bukan karena sulit dipahami, tetapi karena kita jarang memberi ruang untuk mendengarnya.
Di tengah dunia yang penuh suara dan hiruk-pikuk, Al-Qur’an tetap setia menjadi tempat kembali. Ia tidak pernah kehilangan cara untuk berbicara kepada kita. Dengan mendekatkan diri kepada-Nya, kita akan meraih keberkahan dan ketenangan hidup yang selama ini kita cari.
Views: 33

Ma Sha Allah